Trading itu seperti Menyetir di dalam kabut !

“Meski hanya bisa melihat sejauh lampu menyorot,

Anda tetap dapat menyelesaikan perjalanan Anda”

.

Trading itu seperti Menyetir di dalam kabut!

.

Halo para Sahabat, salam jumpa kembali ya…

.

Apakah para Sahabat pernah mempunyai pengalaman menyetir di dalam kabut tebal? Apa yang segera Sahabat lakukan?

.

Saya-pun pernah mempunyai pengalaman serupa, pada waktu itu saya sedang menyetir dalam perjalanan dari Bogor menuju ‘Puncak’;

.

Kabut yang begitu tebal, membuat saya menjadi lebih waspada, kalau tidak bisa dibilang khawatir…

.

Segera Saya segera melambatkan laju mobil saya, dan memegang setir lebih erat…

.

Secara otomatis, saya mencoba menyalakan lampu sorot mobil saya…

.

Dan Saya segera mengecilkan suara radio, sehingga saya bisa lebih konsentrasi ke jalan…

.

Kepala saya maju mendekati setir, agar saya bisa melihat beberapa inci lebih jauh dari kabut tersebut…

.

.

Trading itu seperti Menyetir di dalam kabut!

Saya sering melihat ke kaca spion, takut kalau-kalau lampu belakang mobil saya tidak menyala, dan mobil di belakang saya bisa menabrak saya…

Semakin lama saya mengemudi di dalam kabut tersebut, saya menjadi semakin lelah…

Namun demikian, saya berusaha untuk lebih fokus ke ‘jalan di depan’….

Saya tetap berusaha untuk sabar dan tenang,

Waspada terhadap kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi

.

karena…

.

‘Anything Can Happen!

.

Dan…

.

“Meski hanya bisa melihat sejauh lampu menyorot,

Saya tetap dapat menyelesaikan perjalanan saya waktu itu”  

Beberapa waktu kemudian, saya berusaha mencari ‘rule’ (aturan-aturan) untuk ‘menyetir di dalam kabut’, yang saya dapatkan dari google.com :

  1. Segera nyalakan lampu kabut juga lampu kecil. Sebaiknya tidak menyalakan lampu yang besar , karena hanya akan memantulkan kabut, dan mengurangi jarak pandang;
  2. Kurangi kecepatan dan cek juga speedometer, karena kabut cenderung menimbulkan ilusi visual, menyebabkan anda merasakan kecepatan lebih lambat dari kecepatan kenyataannya;
  3. Fokuslah dan dengarkan kondisi lalu-lintas luar dengan teliti, turunkan sedikit kaca jendela kendaraan guna mendengarkan kondisi sekitar anda;
  4. Manfaatkan wiper juga deforester (penghilang kabut pada kaca) guna menaikan daya lihat;
  5. Lihat tepi kiri jalan atau garis marka jalan untuk acuan;
  6. Bersabar dalam antrian , jangan mendahului mobil lain. Apalagi di jalan mendaki pegunungan jangan mendahului di jalur berliku (umumnya ditandai dengan marka jalan panjang tidak terputus); Disarikan dari http://delaynews.blogdetik.com/2011/12/14/tips-mengemudi-dalam-kabut-versi-asuransi-kendaraan/

Saya pun berpikir, betapa miripnya pengalaman ‘menyetir dalam kabut’ ini, dengan aktifitas (day)trading yang seringkali Saya lakukan;

.

Dan Saya jadi teringat kembali pada berbagai ‘rule’ (aturan-aturan) trading, mulai dari analisa trading, mencari entry point yang ‘cantik’, menentukan target profit dengan cermat, menentukan cara exit dengan seksama, dan lain sebagainya…

.

Begitu banyaknya rule (aturan-aturan) yang harus segera diambil keputusannya, dan dieksekusi dalam waktu cepat, yang begitu mirip, dengan pengalaman ‘menyetir di dalam kabut’ ini;

.

Dan ingatan Saya pun kembali melayang, pada sebuah kejadian unik  sewaktu ‘menyetir dalam kabut’ …

.

Begini ceritanya,

.

Saat saya sedang mengantri dalam barisan, karena macet kabut, tiba-tiba ada mobil L300 angkot (angkutan kota) yang ‘dengan liarnya’ menyalip mobil saya dan beberapa mobil di depan, dengan sangat cepat, dan berhasil masuk lagi di barisan depan dengan manisnya…

.

Saya-pun bertanya-tanya :

.

Mengapa sopir L300 ini berani dengan ‘ugal-ugalan’ menyalip di dalam kabut, yang tentu sangat berbahaya, bagi dia dan penumpang?

.

Apakah mungkin sang sopir, bisa membaca sinyal dan tanda-tanda lain, sebelum menyalip?

.

Ataukah mungkin, memang ini sudah menjadi rute-nya selama bertahun-tahun, sehingga dia sudah terbiasa?

Maka sayapun teringat kembali kata-kata mentor saya :

“In order to break the rule,

You have to master the rule

“Untuk bisa ‘mematahkan’ sebuah ‘aturan’,

Sebelumnya Anda harus memahiri ‘aturan’ tersebut”

Barangkali sang sopir L300 tadi, sudah begitu menguasai “rute”-nya,

Barangkali dia sudah puluhan, bahkan ratusan kali, menyetir di dalam kabut…

Bahkan, barangkali dia juga sudah beberapa kali mengalami ‘kecelakaan’ karena cara menyetirnya itu…

Sehingga akhirnya dia belajar :

Melihat sinyal dan tanda-tanda yang muncul…  dan

Mengambil keputusan dengan tepat !

Warm Regards,

.

.

Albertus Arifin

Yang masih saja belajar mengenali  sinyal dan tanda-tanda

.

Baca juga artikel-artikel ini !

.

SUKSES ITU BERPOLA, NAMUN KEGAGALAN JUGA BERPOLA. 

MARI FOKUS PADA POLA SUKSES, NISCAYA ANDA DAN SAYA MENUAI SUKSES