Profit Seiklasnya . com
Trading dengan nyaman dan enjoy!
Like
Like
Tweet
Tweet
+1
+1
youtube
youtube

3 Langkah Penting Meminimalkan Resiko di dalam Trading

3 LANGKAH PENTING MEMINIMALKAN RESIKO DI DALAM TRADING

Seorang Best Trader bukanlah orang yang tidak pernah mengalami kerugian, atau salah pilih saham,


Seorang Best Trader bukan dewa, atau orang yang bisa selalu benar menebak saham mana yang akan naik,


Seorang Best Trader juga bisa salah, dan mengalami kerugian dalam trading, atau membeli saham,


Namun yang dilakukan oleh Best Trader, beda dengan spekulator…

.

3 LANGKAH PENTING MEMINIMALKAN RESIKO DI DALAM TRADING

.

Halo Sahabat, bagaimana kabarnya hari ini?

.

Semoga aktifitas Anda hari ini , semuanya boleh berjalan lancar ya…

.

Dan kali ini, Saya ingin mensharingkan mengenai pentingnya meminimalkan resiko di dalam trading, yang menurut Saya, ada 3 langkah penting yang perlu dilakukan oleh Trader…

.

Namun sebelum lebih jauh, setujukah Anda, bahwa Trading ini sebenarnya adalah sebuah bisnis yang resikonya tinggi ?

.


SAYA SETUJU!


TIDAK SETUJU!





.

Yuhuuu, Anda sudah memilih tombol yang tepat!

.

Dan menurut pendapat Saya pribadi, Trading adalah suatu bisnis yang SANGAT BERESIKO , karenanya sebagai Trader, adalah hal yang sangat penting untuk meminimalkan resiko yang muncul…

.

karena…

.

Seorang Best Trader bukanlah orang yang tidak pernah mengalami kerugian, atau salah pilih saham.

.

Seorang Best Trader bukan dewa, atau orang yang bisa selalu benar menebak saham mana yang akan naik, ataupun turun.

.

Seorang Best Trader juga bisa salah, dan mengalami kerugian dalam trading, atau membeli saham,

.

Namun yang dilakukan oleh Best Trader, beda dengan spekulator

.

Ia berhasil menjadi kaya, dan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dari trading, bukan dengan mengejar keuntungan, namun justru sebaliknya…

.

Seorang Best Trader dengan tekun meminimalkan kerugian.

.

Lantas, Bagaimana caranya meminimalkan resiko dan kerugian ?

.


BERITAHU SAYA BAGAIMANA CARANYA!



.

Baiklah….

.

Silakan simak 3 langkah meminimalkan resiko dalam trading, ala Best Trader berikut ini :

.

.

Langkah 1 – TETAPKAN PROTEKSI SEBELUM MEMBELI SEBUAH OPTION (SAHAM)

.

Apa yang dimaksud dengan proteksi?

Proteksi disebut juga dengan CUT LOSS, atau STOP LOSS, atau pembatasan kerugian.

Apa artinya?

.

Artinya sederhana, persiapkan diri jika Anda mengalami kerugian dalam membeli sebuah option (saham).

.

Lalu, berapa maksimal kerugian yang bisa Saya tanggung?

.

Level proteksi ini harus ditentukan sejak awal sebelum Anda membeli sebuah saham.

.

Bahkan menentukan level proteksi ini jauh lebih penting, daripada menentukan angka profit taking, atau level ambil untung.

.

Tapi, bagaimana caranya ?

.

Well, pertanyaan yang bagus…

.

Caranya mudah, tentukan level beli, dan target profit taking , dan tetapkan level proteksi maksimal kerugian sebesar 1/2 dari potensi keuntungan (reward)

.

.


MENARIK NIH! LANJUT DONG DENGAN LANGKAH KE-2 !

.

Langkah 2 – DISIPLINKAN DIRI ANDA!

.

Ketika harga option (saham) menyentuh level proteksi, jangan pikir dua kali…

.

Jangan tunggu esok hari!

.

Dan jangan berharap harga option (saham) naik lagi, meskipun mungkin saja itu bisa terjadi.

.

Kalau harga option (saham) kena level proteksi, ya jual saja…

.

Tapi bagaimana kalau nanti naik lagi ?

.

Memang terkadang harga option (saham) berfluktuasi turun naik dalam jangka pendek…

.

Oleh karena itu sebaiknya jangan terlalu kecil juga dalam memberi jarak untuk level proteksi ini.

.

Dan gunakan rasio dan logika Anda ya…

.

Contohnya kalau Anda menempatkan level stop loss sekecil 1% dari level beli,

Sementara pergerakan harga option (saham) terebut rata-rata berkisar 2-3% per hari.

.

.

.

lanjut ya…

.

.

.

.

Langkah 3 – JANGAN MELAKUKAN AVERAGING DOWN

(ATAUPUN AVERAGING UP)

.

Apa itu averaging down ?

Averaging down artinya membeli lagi option (saham) yang sama, ketika harga option (saham) yang tadinya dibeli mulai rugi, dan harga option (saham) terus turun

.

Banyak orang berpikir, dengan melakukan averaging down, maka rata-rata harga option (saham) yang dimiliki akan menjadi semakin murah…

.

Sehingga ketika harga option (saham) memantul naik, maka ia akan cepat profit.

.

Namun kenyataan tidak selalu demikian!

.

Ada kalanya harga option (saham) turun sementara dalam perjalanan trend naik…

.

Namun ada kalanya juga, harga option (saham) turun naik sebentar, dan malah lanjut turun terus…

.

Nah, hal inilah yang menimbulkan resiko besar, karena dengan melakukan averaging down, Anda sedang menangkap pisau jatuh!

.

Ketika Anda sedang melakukan Averaging down, posisi harga option (saham) Anda yang rugi, akan semakin rugi!

.

.

.

Dan silahkan sekarang Anda ingat-ingat kembali,

Pernahkah Anda mengalami kejadian seperti ini?

.

Sesudah menjual option(saham) untuk diproteksi, atau di cut loss, ternyata malah harga option (saham) ini naik tinggi, dan tidak pernah kembali turun lagi?

.

Sungguh mengesalkan, bukan?

.

.

Ya, memang disinilah SENI-nya usaha bisnis Trading ini…

.

Dan ketika Anda merasakan rasa kesal ini semakin menjadi-jadi, cobalah untuk berpikir terbalik :

.

‘Bisa saja yang sebaliknya yang terjadi, ketika Saya tidak melakukan CUT LOSS! Bisa saja harga (option) sahamnya justru terus turun…

Dan Saya bisa semakin rugi!

Maka Saya bersyukur saat ini, meskipun LOSS, namun tidak berdarah-darah!’

.

.

Lalu ingatlah kembali pada langkah-2 : DISIPLINKAN DIRI ANDA!

.

.

Baca juga : 30 MINDSET PENTING YANG MEMBUAT TRADING ANDA NAIK KELAS!

.


.

Jadi, bila kita simpulkan kembali 3 Langkah untuk meminimalkan RESIKO di dalam trading adalah :

  1. TETAPKAN PROTEKSI SEBELUM MEMBELI SEBUAH OPTION (SAHAM)
  2. DISIPLINKAN DIRI ANDA
  3. JANGAN MELAKUKAN AVERAGING

.

Semoga menginspirasi,

.

.

Albertus Arifin

Yang sedang belajar meminimalkan resiko

.

.




DOWNLOAD SEKARANG!

SUKSES ITU BERPOLA, NAMUN KEGAGALAN JUGA BERPOLA.

MARI FOKUS PADA POLA SUKSES, NISCAYA ANDA DAN SAYA MENUAI SUKSES

Ini Dia Cara Mengatasi Ketakutan Yang Menyebabkan LOSS!

Ini dia Cara Mengatasi Ketakutan yang menyebabkan LOSS!

….karena semakin kencang, pertanda (sinyal) ini muncul, maka semakin besarlah potensi LOSS yang akan terjadi…

.

Ini dia Cara Mengatasi Ketakutan yang menyebabkan LOSS!

.

Halo Sahabat, apa kabar?

.

Semoga Sahabat semua dalam keadaan yang sehat senantiasa ya…

.

Ketika mengetikkan artikel ini, Saya baru saja berjumpa dengan seorang Sahabat, yang Saya kenal sekitar 13 tahun yang lalu , menTRIGER Saya untuk menuliskan artikel ini…

.

Dan sebenarnya, artikel ini merupakan sambungan dari artikel sebelumnya, mengenai 4 Jenis Ketakutan Yang Menyebabkan Anda mengalami LOSS

.


.

Baiknya Saya review ulang saja ya , 4 jenis ketakutan ini :

  1. Fear of Being Wrong
  2. Fear of Losing Money
  3. Fear of Missing Out
  4. Fear of Not having Enough (GREED)

.

Mengenai 4 jenis ketakutan ini, Saya pun mengalami hal yang sama…

.

Dan, setelah berulang-ulang kali mengalami ketakutan-ketakutan ini di dalam proses trading Saya, akhirnya Saya mulai menemukan suatu pertanda (baca : sinyal) , dimana ketika sinyal  ini muncul, dan tidak segera di atasi, maka hal ini akan berpotensi mendatangkan loss…

.

Dan semakin kencang, pertanda (sinyal) ini muncul, maka semakin besarlah potensi LOSS yang akan terjadi…

.

Sahabat mungkin sudah bisa menduga, pertanda apakah itu?

.

Ya, betul, pertanda yang Saya alami ini adalah rasa ‘tidak nyaman’, atau RASA DEG-DEG AN yang berlebihan, yang muncul secara tiba-tiba, misalnya ketika Saya terlalu memaksakan diri, untuk tetap bertahan di dalam posisi ‘floating loss’, atau ‘floating profit’.

.

Dan, akhirnya, setelah merenungkan, dan merefleksikan portopolio trading Saya, yang kurang bagus, beberapa waktu terakhir, maka Saya pun mulai belajar ‘memanfaatkan’  indikator yang powerful, yang sudah diberikan oleh Sang Pencipta ini, ke dalam proses trading Saya…

.

Ya, Saya mulai belajar untuk lebih ‘peka’ dan  ‘mengindahkan’ rasa deg-degan’ ini…

.

Misalnya, ketika sebelum trading , tiba-tiba Saya merasa ‘deg-deg an’ yang berlebihan, Saya merasa lebih baik untuk menunda entry, sampai rasa deg-deg an berangsur-angsur mulai reda, dan menjadi tenang kembali…

.

Maka pertanyaan pun kembali muncul di benak Saya, bagaimana caranya Saya melatih intuisi Saya, dan belajar untuk mulai ‘mengindahkan’nya…

.

.

Belakangan, Saya mulai menyadari bahwa menjadi SABAR dan TENANG, adalah sebuah state intuitif, yang bisa membuat Saya semakin ‘PEKA’ terhadap intuisi Saya, dan ujung-ujungnya, tentu saja akan memperbesar POTENSI kemenangan (profit) yang kita capai…

.

.

Dan ajaibnya…

.

.

Semakin menjadi SABAAAR & TENAAANG, maka kita pun menjadi semakin enak dan nyaman…

.

Kita pun semakin mudah melihat Peluang EMAS yang muncul, dan menunggu untuk dipetik…

.

.

Baca juga : 3 Filosofi Utama Trader tipe technicalist

.

.

Namun, pertanyaannya, Bagaimana supaya bisa menjadi SABAR dan TENANG?  Apakah ada suatu cara yang mudah dan cepat ?

.

.

Well, jaman sekarang memang semuanya ingin yang serba instan, serba cepat ya… hehe… kalau bisa, sekali baca artikel ini (sampai selesai), bisa langsung menjadi SABAR dan TENANG…

.

.

Dan FAKTA lah yang berbicara, bahwa : semua ‘kesuksesan’ membutuhkan kemauan, proses dan waktu…

.

Namun demikian, Saya mencatat, ada 2 hal utama, untuk bisa mencapai state intuitif SABAR & TENANG ini, yakni :

  1. Melakukan persiapan yang secukupnya. Hal yang biasanya Saya lakukan sebelum trading, adalah melakukan proses analisa kandidat, sebelum trading. Pepatah kuno mengatakan : “He who is WELL Prepared, has won half of the BATTLE”  ;
  2. Belajar masuk ke dalam state SABAR & TENANG, dan menikmatinya;

Untuk poin no.2 ini, Saya pun teringat sebuah tulisan kreatif dari mas Khrisnamurti, seorang praktisi NLP yang Saya kenal 13 tahun lalu, ada suatu IDE kreatif, untuk bisa masuk ke dalam state SABAR & TENANG ini, dengan cukup mudah…

.

Sahabat penasaran ingin tahu caranya ?

.

.


YA, BERITAHU SAYA CARANYA!




.

Beginilah langkah-langkahnya :

.

.

  1. Sebaiknya artikel ini di-print, karena akan lebih mudah membaca dan melakukan apa yang Saya tulis, dibanding baca di internet.
  1. Ambil posisi duduk bersila, usahakan tulang punggung dan tulang leher dalam posisi yang tegak lurus, namun tetap rileks, enak dan nyaman.
  1. Bacalah kalimat berikut ini dengan tempo 1/3 dari kecepatan rata-rata baca Anda. Jadi dibaca perlahan-lahan saja, persis seperti anak SD yang sedang latihan membaca. Tapi, cukup baca dalam hati, tidak perlu berteriak seperti anak SD, ya… he he he…

(sekarang mulailah baca kalimat-kalimat berikut di bawah ini, dalam hati dengan tempo yang lambaaat…)

***

.

Sekarang, tariklah nafas Sahabat secara perlahan.

.

Sambil tarik nafas, berhitunglah dalam hati: 1.. 2.. 3.. 4.. 5.. 6.. 7..

.

Sekarang, tahan nafas Sahabat sambil baca: 1.. 2.. 3.. 4.. 5.. 6.. 7..

.

Lanjut dengan buang nafas dan baca dalam hati: 1.. 2.. 3.. 4.. 5.. 6.. 7..

.

.

Kembali ke *** sampai 7 putaran

.

.

Setelah Sahabat selesai melakukan 7 siklus nafas 7 ini, sekarang sambil terus buang nafas Sahabat sebanyak-banyaknya, masuklah ke dalam suasana hening dengan memejamkan mata  beberapa saat, sekarang…

.

Setelah Sahabat membuka mata, rasakan apa yang ada dalam kepala Sahabat? Sudah makin santai kah? Sudah makin tenang kah?

.

.

.

Teknik Sugesti Tenaaang… Tenaaang… Tenaaang…

(sekarang mulailah Sahabat baca kalimat-kalimat berikut di bawah ini, dalam hati dengan tempo yang lambaaat…)

**

.

Tariklah nafas Sahabat perlahan-lahan sekali, sangat perlahan dan sangat perlahan. Tahan nafas Sahabat beberapa saat, lalu saat hembuskan nafas dengan sangat perlahan, katakan dalam hati: “Tenaaang… Tenang… Tenang…”

**

.

(Bacalah kalimat di atas sebanyak 3 kali saja, setelah itu lanjutkan baca kalimat di bawah ini)

.

.

**

Tariklah nafas Sahabat perlahan-lahan sekali, sangat perlahan dan sangat perlahan. Tahan nafas Sahabat beberapa saat, lalu saat hembuskan nafas dengan sangat perlahan, katakan dalam hati: “Sabaaar… Sabaaar… Sabaaar…”

.

(Bacalah kalimat di atas sebanyak 3 kali saja, setelah itu lanjutkan baca kalimat di bawah ini)

**

.

Tariklah nafas Sahabat perlahan-lahan sekali, sangat perlahan dan sangat perlahan. Tahan nafas Sahabat beberapa saat, lalu saat hembuskan nafas dengan sangat perlahan, katakan dalam hati:

.

“Aku semakin tenaaang… Aku semakin tenaaang… Aku semakin tenaaang…”

.

(Bacalah kalimat di atas sebanyak 3 kali saja, setelah itu lanjutkan latihan berikutnya…)

.

*

Teknik Kendorkan Otot Seluruh Tubuh

(sekarang mulailah Sahabat baca kalimat-kalimat berikut di bawah ini, dalam hati dengan tempo yang lambaaat…)

.

Tariklah nafas Sahabat perlahan-lahan sekali, sangat perlahan dan sangat perlahan. Tahan nafas Sahabat beberapa saat, lalu hembuskan nafas dengan sangat perlahan…

.

(Terus lakukan cara bernafas ini berulang-ulang sampai bacaan selesai. Bacalah kalimat berikut ini dengan perlahan-lahan saja, saat Sahabat hembuskan nafas yang perlahan…)

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot mata Sahabat…

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot dahi Sahabat …

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot pipi Sahabat …

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot mulut Sahabat …

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot leher Sahabat …

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot lengan Anda..

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot jari-jari tangan Sahabat..

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot bahu Sahabat …

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot pinggang Sahabat..

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot paha Sahabat..

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot betis Sahabat..

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot jari-jari kaki Sahabat..

.

**

.

Teknik Relaksasi Scanning Tubuh

.

(sekarang mulailah Sahabat baca kalimat-kalimat berikut di bawah ini, dalam hati dengan tempo yang lambaaat…)

.

Tariklah nafas Sahabat perlahan-lahan sekali, sangat perlahan dan sangat perlahan. Tahan nafas Sahabat beberapa saat, lalu hembuskan nafas dengan sangat perlahan…

.

(Terus lakukan cara bernafas ini berulang-ulang sampai bacaan selesai. Bacalah kalimat berikut ini dengan perlahan-lahan saja, saat Sahabat hembuskan nafas yang perlahan…)

.

Sambil hembuskan nafas yang panjang dan sangat perlahan-lahan… Kendorkan seluruh otot di tubuh Sahabat …

.

Dari ujung kepala sampai ke ujung kaki…

.

(Lakukan beberapa kali sampai otot seluruh tubuh Sahabat menjadi kendor seperti tali yang terjatuh…)

.

.

Demikian ide yang sederhana sekali ini, semoga para Sahabat dapat melakukan relaksasi, menjadi semakin SABAR dan TENANG, hanya dengan membaca artikel ini saja berulang-ulang…

.

.

Semoga menginspirasi,

.

.

Albertus Arifin

Yang sedang belajar menjadi lebih SABAR & TENANG

.

.

Sumber Ide : http://portalnlp.com/tip-praktis-nlp90-baca-aja-self-hypno-agar-kepala-cepat-dingiiin%e2%80%a6/




DOWNLOAD SEKARANG!

SUKSES ITU BERPOLA, NAMUN KEGAGALAN JUGA BERPOLA.

MARI FOKUS PADA POLA SUKSES, NISCAYA ANDA DAN SAYA MENUAI SUKSES

Empat Langkah Teruji Menjadi Trader Sukses

Empat Langkah Teruji Menjadi Trader Sukses

.

….seorang Trader yang mempunyai pengalaman berada dalam kondisi sinkron harmonis dengan pergerakan market, mampu mengantisipasi perubahan arah market yang seringkali tidak terduga, pada saat yang tepat (precise moment)

.

.

Empat Langkah Teruji Menjadi Trader Sukses

.

Halo para Sahabat sekalian, bagaimana kabarnya hari ini ? Semoga semuanya boleh berjalan lancar ya…

.

Beberapa waktu lalu, Saya mendapatkan kesempatan membaca buku “Trading in the Zone” karya Mark Douglas, dan sayapun tertarik untuk mensharingkan salah satu bab terbaik (menurut Saya), yakni bab 4 : The Uncertainty Principle

.


.

Sebelumnya, ijinkah Saya bertanya , Apakah Sahabat pernah menjumpai kondisi-kondisi seperti ini sewaktu Trading :

  • Sering terkena ‘jebakan batman’ waktu mengikuti pergerakan global market?
  • Seringkali deg-degan pada waktu awal trading (apalagi waktu bell start trading berbunyi : teng teng teng…) ?
  • Seringkali takut dan khawatir waktu trading
  • Rasa Percaya Diri (terlalu) tinggi, namun berakhir dengan loss?
  • Sudah lakukan analisa kandidat, namun loss?
  • Sudah lakukan persiapan yang baik (2 jam sebelum trading) sudah amati market, namun berakhir loss?
  • Sering terlalu cepat entry? Ataupun telat entry?
  • Sering terlambat exit?

 

Baiklah…

Jujur saja, beberapa kondisi di atas juga Saya alami di dalam proses trading Saya, selama beberapa tahun ini…

Sehingga, akhirnya menuntun langkah Saya untuk mempelajari buku ini… 

 

Saya harapkan, artikel sederhana ini bisa membawa setitik ‘pencerahan’  bagi Sahabat semuanya, dalam perjalanan menuju ‘Profit Konsisten’

.

.

Menurut Mark Douglas,  ada 4 Langkah Teruji Menjadi Trader Sukses, yakni :

  1. Ketika Anda melakukan Trading tanpa rasa takut, ataupun ‘terlalu percaya diri’, karena Anda sadar dan menerima semua resiko yang mungkin terjadi – acceptance (to trade without fear or over-confidence);
  2. Ketika Anda tidak lagi memprediksi kemana arah market. Cukup posisikan diri Anda sebagai penonton, lalu nikmati, dan interpretasikan apa yang ditawarkan oleh pasar (perceive what the market is offering from its perspective);
  3. Ketika Anda fokus dan ‘hadir’ (present) pada saat trading berlangsung (stay completely focused in the “now moment opportunity flow,”)
  4. Secara ‘spontan’ Anda mengambil posisi entry (spontaneously enter the “zone,”)

 

Melihat empat poin di atas, maka Kata kunci yang Saya tangkap adalah “to be in the zone”, yakni Bagaimana Kita dan Market bisa berada pada kondisi sinkron…

.

Baca juga : 3 Filosofi Utama Trader tipe technicalist

.

Dan contoh yang paling mudah dari frasa “Sinkron”, ataupun “COMPLETE HARMONY” adalah apabila Anda pernah melihat rombongan besar burung-burung yang terbang secara beriringan, dan bergerak menari-nari dengan sangat sinkron, dan meskipun mereka terbang dengan sangat cepat, dan gerakannya meliuk-liuk, namun mereka tidak pernah “bertabrakan” satu sama lain…

Lebih jelasnya, silakan lihat video ini :

.


Menurut Mark Douglas, seorang Trader yang mempunyai pengalaman berada dalam kondisi sinkron harmonis dengan pergerakan market, mampu mengantisipasi perubahan arah market yang seringkali tidak terduga, pada saat yang tepat (precise moment);

.

.

Saya pun mengiyakan pernyataan ini, namun demikian ada sesuatu yang masih terasa mengganjal di hati, karena ada suatu PERTANYAAN BESAR yang masih saja belum terjawab, yakni :

.

Bagaimana caranya untuk bisa mencapai kondisi sinkron harmonis tersebut?

.

Dan Saya pun semakin fokus membaca buku ini, berusaha untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan di atas…

.

.

dan ternyata……

.

Saya cukup beruntung, karena Mark kembali menjelaskan 2 langkah taktis menuju kondisi tersebut, yakni  :

  1. Belajarlah untuk tetap fokus pada kondisi saat ini (“now moment opportunity flow” ). Untuk mencapai pengalaman “synchronicity” pikiran Anda hendaknya terbuka pada realita pergerakan market saat ini. Anda tidak perlu berusaha memprediksi arah market, jadilah penonton yang baik, ikuti saja kemana market bergerak, dan nikmati (market’s truth from it’s prespective);
  2. Latihlah pikiran Anda untuk menerima dan mempercayai informasi kreatif, yang dihasilkan oleh otak kanan (otak kanan=pikiran kreatif, intuisi), yang biasanya disabotase oleh otak kiri (otak kiri = pikiran rasional, logika). Sesudah Anda pasrah mengikuti arah market, maka sekarang waktunya menunggu Informasi kreatif untuk muncul, bila memang dia diberi kesempatan untuk hadir…

.

Dan Mark juga mengajak Anda dan Saya untuk mendefinikan ulang apa arti kata “Trader”.

.

Kebanyakan orang mendefinisikan bahwa menjadi Trader adalah sama dengan menjadi “ahli analisa market yang handal”.

.

Ini adalah suatu kesalahan fatal!

.

Ketika Trader memaksakan diri agar “analisa”nya menjadi kenyataan, maka sebenarnya dia sudah lari dari realita dan memerankan dirinya sebagai aktor utama, bukan lagi menjadi penonton yang baik (lihat poin no.2 langkah teruji ,di atas);

.

Sayapun berhasil menarik sebuah kesimpulan kecil :

.

Memang benar ketika Saya memposisikan disi sebagai penonton dari suatu pertandingan (baca : chart trading), maka Saya dapat melihat dan mengamati pertandingan ini , dengan lebih jelas dan detail, dibandingkan ketika Saya berperan sebagai pemain utama dalam pertandingan tersebut.

 .

 .

.

Warm Regards,

 

 

Albertus Arifin

Yang sedang belajar menjadi ‘penonton yang baik’




DOWNLOAD SEKARANG!

SUKSES ITU BERPOLA, NAMUN KEGAGALAN JUGA BERPOLA.

MARI FOKUS PADA POLA SUKSES, NISCAYA ANDA DAN SAYA MENUAI SUKSES

Technicalist VS Fundamentalist

Technicalist vs Fundamentalist

.

“The Fundamentalist studies the cause of market movement,

While The Technicalist studies the effect

.

.

Technicalist vs Fundamentalist

.

Halo para Sahabat sekalian, khususnya yang saat ini berprofesi sebagai trader, apa kabar?

.

Beberapa waktu lalu, saya menemukan suatu materi yang menurut saya cukup menarik untuk saya sharingkan kepada para Sahabat semuanya…

.


.

Dan kisahnya dimulai dari sebuah perbedaan tindakan antara si A dan si B, berikut ini…

.

Ada dua orang yang ingin membeli sebuah rumah tinggal.

.

Sebut saja, namanya si A dan si B. Dan keduanya berada di dalam suatu lokasi pameran property yang sama.

.

Si A dan Si B, mempunyai cara yang berbeda dalam ‘berburu’ rumah ini.

.

Si A duduk dengan tenang, dan memperhatikan kerumunan orang, rumah tipe apa yang paling banyak diburu, dari developer mana saja, baru kemudian mengambil keputusan membeli rumah tersebut berdasarkan ‘hasil pengamatannya’ itu, tanpa mengukur nilai intrisiknya (nilai barangnya) sendiri.

.

Namun, hal yang berbeda dilakukan oleh si B, untuk mendapatkan ‘barang buruan-nya’ tersebut.

.

Si B mempelajari spesifikasi rumah tinggal yang diincar, dan pergi ke setiap stand developer, mencatat, membandingkan, dan mempelajari nilai barangnya (intrinsic value), sebelum akhirnya si B memutuskan untuk membeli rumah tersebut.

.

.

Bila Sahabat sendiri, yang ingin membeli rumah di dalam suatu pameran properti, hal apakah yang akan Sahabat lakukan?

Apakah Sahabat akan melakukannya seperti si-A ? Ataukah seperti si-B?

.

.

Menurut Edianto Ong, didalam bukunya ‘Technical Analysis for Mega Profit”, didalam ilustrasi di atas :

si A ini seringkali disebut sebagai golongan ‘Technicalist’,

Sedangkan si B seringkali disebut golongan ‘Fundamentalist’

.

Singkatnya, ‘technicalist’ memprediksi pergerakan arah dengan menganalisa aksi pasar, sedangkan ‘fundamentalist’ fokus pada data-data keuangan untuk mencari nilai sesungguhnya (intrinsic value) dari suatu saham.

.

 ‘Technicalist’ percaya bahwa “efek adalah segala yang dibutuhkan, alasan atau penyebabnya tidaklah penting”

.

Sebaliknya, bagi ‘Fundamentalist’, mereka harus mengetahui alasan dan penyebabnya terlebih dulu.

.

Bagi Fundamentalist, Jika harga pasar diatas ‘intrinsic value’ maka hal ini disebut “over-priced” – tindakan yang harus diambil adalah aksi jual. Sebaliknya jika harga pasar di bawah ‘intrinsic value”, maka disebut “under-valued” – tindakan yang harus diambil adalah aksi beli.

.

Baik ‘technicalist’ maupun ‘fundamentalist’ , keduanya mempunya tujuan yang sama, yaitu memprediksi arah pasar, hanya saja metode pendekatan yang mereka lakukan berbeda.

.

Baca juga : 3 Filosofi Utama Trader tipe technicalist

.

Sayapun merenung sejenak, dan berkata dalam hati :

“Wah, berarti kebiasaan saya mengamati pergerakan pola candle (‘candle-pattern’), garis-garis MA, garis support-resistant, pita Boulinger Band, yang saya lakukan hampir setiap hari, berarti saya masuk ke dalam golongan ’technicalist’ dong… “

.

Sayapun semakin tertarik, dan melanjutkan membaca buku ini lebih serius lagi…

.

Dan Edianto Ong kembali menekankan…   

“Meskipun sebagian orang menyatakan dirinya adalah seorang technicalist ataupun fundamentalist, pada kenyataannya, mereka yang sudah cukup lama berinvestasi di ‘paper asset’ biasanya memiliki sedikit banyak pengetahuan tentang keduanya.

Hanya saja, ada yang lebih condong ke technical, atau fundamental.”

.

Sulit untuk mengatakan mana yang lebih baik, namun secara garis besar, dapat disimpulkan bahwa…

.

“Technical Analysis mempunyai dampak lebih bagi para traders yang mempunyai jangka waktu (time frame) yang lebih pendek, sedangkan fundamental analysis digunakan oleh para Investor yang memiliki pandangan (view) dengan jangka waktu lebih panjang.”

.

Sebagai contoh, misalkan seorang short-term trader (baca: day-trader / scalper), yang tidak mempertahankan posisinya lebih dari beberapa hari, tentu akan sulit mengambil keputusan berdasarkan analisis fundamental.

Dalam time-trame ini, mereka tentu lebih menitikberatkan pada analisa teknikal, karena pendekatan dengan cara ini lebih ringkas.

.

Sebaliknya, bagi seorang investor jangka panjang, yang misalnya – ingin secara rutin dan berkala mengumpulkan sejumlah saham dalam portopolionya untuk masa pensiun nanti, tentu analisa fundamental akan lebih membantu.

.

Dan Saya pun kembali belajar suatu hal baru lagi, bahwa :

.

“The Fundamentalist studies the cause of market movement,

While The Technicalist studies the effect

.

Ingatan saya kembali beralih kepada si A, dan si B, pada cerita di atas, dan saya berusaha menarik sebuah kesimpulan kecil :

.

“Berarti si A membeli rumah tersebut, karena punya tujuan ingin menjualnya dalam waktu secepat mungkin, bahkan kalau perlu sesaat sesudah dia membeli property tersebut”, sehingga dia mendapatkan keuntungan dalam waktu yang cepat…

.

Sedangkan si B membeli rumah karena punya tujuan ingin memakainya dalam jangka waktu yang cukup lama, dan jika dia menjualnya sewaktu-waktu karena kebutuhan, maka dia akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar…

.

.

.

Warm Regards,

.

.

Albertus Arifin




DOWNLOAD SEKARANG!

SUKSES ITU BERPOLA, NAMUN KEGAGALAN JUGA BERPOLA.

MARI FOKUS PADA POLA SUKSES, NISCAYA ANDA DAN SAYA MENUAI SUKSES

3 Filosofi Utama Trader Tipe Technicalist!

3 Filosofi Utama Trader tipe Technicalist

.

Chart merupakan cerminan psikologi dari pelaku pasar itu sendiri!

.

.

3 Filosofi Utama Trader tipe Technicalist

.

Halo para Sahabat sekalian, apa kabar?

Kali ini saya akan men-sharingkan topik mengenai 3 filosofi utama dari Trader tipe Technicalist.

.

 

Sebelumnya, saya ingin berbagi foto ini kepada para Sahabat :

 

Silakan lihat foto ini dengan seksama, lalu simpulkan dengan cepat suasana dan nuansanya, apakah nuansa sedih ataukah bahagia? (jawab di dalam hati saja ya…)

Menurut Edianto Ong, didalam bukunya “Technical Analysis for Mega Profit”, ada tiga filosofi utama, dari Trader tipe Technicalist, yaitu:

  1. Pergerakan harga yang terjadi di pasar telah mewakili semua factor lain (market action discounts everything);
  2. Terdapat suatu pola kecenderungan dalam pergerakan harga (prices move in trends);
  3. Sejarah akan terulang (history repeat itself);

.

Pernyataan no.1, “Pergerakan harga yang terjadi di pasar telah mewakili semua faktor lain (Market action discounts everything)” adalah faktor terpenting dan menjadi dasar filosofi utama bagi seorang trader tipe ‘Technicalist’.

.

Mereka yakin bahwa segala sesuatu yang bisa mempengaruhi harga saham – baik dari segi fundamental, politik, maupun faktor-faktor lainnya – secara psikologi sebenarnya telah tercermin pada pergerakan harga yang terjadi di pasar.

.

Hal ini dikarenakan Hukum Penawaran dan Permintaan (Supply & Demand) yang membentuknya. Dari dasar hokum ekonomi ini, para pelaku “Trend Following Trading” ini menyimpulkan, bahwa :

.

“Jika harga naik, apapun alasannya, demand pasti lebih besar daripada supply, dan dari sisi fundamental mestinya bullish. Sebaliknya, jika harga turun, supply pastilah lebih besar daripada demand, dan dari sisi fundamental mestinya bearish.”

 .

Jadi chart sendiri tidaklah menyebabkan harga naik, ataupun turun, namun :

.

Chart merupakan cerminan psikologi dari pelaku pasar itu sendiri!

.

Oya, apakah para Sahabat masih ingat foto di atas?

Kesan apa yang muncul waktu Sahabat melihat foto tersebut?

Apakah suasana dan nuansanya terlihat bahagia?

Ya, betul, waktu itu kami memang bahagia. Kami sedang merayakan ulang tahun mama yang ke-78. Suatu momen penting dalam keluarga kami.

.

Dan, sebenarnya, melalui analogi foto diatas, Saya ingin menyampaikan bahwa :

.

“Chart” dapat diibaratkan seperti sebuah “foto”. Dari gambar yang terpotret di sebuah foto, kita dapat memperkirakan, apakah orang tersebut sedang sehat atau sakit, bahagia atau sedih, dan lain sebagainya.

.


Pernyataan pada poin 2 , bahwa “Terdapat suatu pola kecenderungan dalam pergerakan harga (Prices move in trends), merupakan adaptasi dari Hukum Newton I tentang pergerakan (Newton’s First Law of Motion).” 
.

Hukum tersebut dipaparkan oleh ilmuwan besar Sir Isaac Newton, pada makalahnya Philosophiae Naturalis Principia Mathematica menjelang akhir abad ke-16, yang secara garis besar menyimpulkan bahwa :

.
Sebuah pola pergerakan memiliki kecenderungan berlanjut daripada tidak

.
Dengan kata lain :

.

Sebuah pola pergerakan akan terus berlanjut, sampai terdapat tanda-tanda akan berhenti, atau berbalik arah.

.

Hal inilah yang menjadi prinsip dasar trader tipe ‘technicalist’ yang “menunggangi” sebuah pola kecenderungan atau trend, untuk menghasilkan keuntungan (profit).

.

Jadi:

.

Kemampuan untuk meng-identifikasi suatu trend merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan di dalam trading.

.

Pernyataan no.3 “History repeat itself”, menunjukkan bahwa suatu pola grafik (candle-pattern), yang sering terjadi, atau berulang dari waktu ke waktu. Hal ini merupakan akibat serta refleksi dari psikologis dan sifat dasar manusia, yang tetap sama sejak dulu.

.

Dan setelah membaca 3 filosofi utama trader tipe Technicalist ini, saya pun mendapatkan suatu keyakinan baru, bahwa…

.

Melatih kebiasaan mengidentifikasi suatu trend (candle-pattern), pada akhirnya akan meningkatkan kewaspadaan dan kompetensi di dalam proses trading saya, menjadi “conscious competence”

.

.

Warm Regards,

.

.

Albertus Arifin




DOWNLOAD SEKARANG!

SUKSES ITU BERPOLA, NAMUN KEGAGALAN JUGA BERPOLA.

MARI FOKUS PADA POLA SUKSES, NISCAYA ANDA DAN SAYA MENUAI SUKSES