3 Langkah Penting Meminimalkan Resiko di dalam Trading

3 Langkah Penting Meminimalkan Resiko di dalam Trading

3 LANGKAH PENTING MEMINIMALKAN RESIKO DI DALAM TRADING

Seorang Best Trader bukanlah orang yang tidak pernah mengalami kerugian, atau salah pilih saham,


Seorang Best Trader bukan dewa, atau orang yang bisa selalu benar menebak saham mana yang akan naik,


Seorang Best Trader juga bisa salah, dan mengalami kerugian dalam trading, atau membeli saham,


Namun yang dilakukan oleh Best Trader, beda dengan spekulator…

.

3 LANGKAH PENTING MEMINIMALKAN RESIKO DI DALAM TRADING

.

Halo Sahabat, bagaimana kabarnya hari ini?

.

Semoga aktifitas Anda hari ini , semuanya boleh berjalan lancar ya…

.

Dan kali ini, Saya ingin mensharingkan mengenai pentingnya meminimalkan resiko di dalam trading, yang menurut Saya, ada 3 langkah penting yang perlu dilakukan oleh Trader…

.

Namun sebelum lebih jauh, setujukah Anda, bahwa Trading ini sebenarnya adalah sebuah bisnis yang resikonya tinggi ? 

.

.

Yuhuuu, Anda sudah memilih tombol yang tepat!

.

Dan menurut pendapat Saya pribadi, Trading adalah suatu bisnis yang SANGAT BERESIKO , karenanya sebagai Trader, adalah hal yang sangat penting untuk meminimalkan resiko yang muncul…

.

karena…

.

Seorang Best Trader bukanlah orang yang tidak pernah mengalami kerugian, atau salah pilih saham.

.

Seorang Best Trader bukan dewa, atau orang yang bisa selalu benar menebak saham mana yang akan naik, ataupun turun.

.

Seorang Best Trader juga bisa salah, dan mengalami kerugian dalam trading, atau membeli saham,

.

Namun yang dilakukan oleh Best Trader, beda dengan spekulator

.

Ia berhasil menjadi kaya, dan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dari trading, bukan dengan mengejar keuntungan, namun justru sebaliknya…

.

Seorang Best Trader dengan tekun meminimalkan kerugian.

.

Lantas, Bagaimana caranya meminimalkan resiko dan kerugian ?

.

.

Baiklah….

.

Silakan simak 3 langkah meminimalkan resiko dalam trading, ala Best Trader berikut ini :

.

.

Langkah 1 – TETAPKAN PROTEKSI SEBELUM MEMBELI SEBUAH OPTION (SAHAM)

.

Apa yang dimaksud dengan proteksi?

Proteksi disebut juga dengan CUT LOSS, atau STOP LOSS, atau pembatasan kerugian.

Apa artinya?

.

Artinya sederhana, persiapkan diri jika Anda mengalami kerugian dalam membeli sebuah option (saham).

.

Lalu, berapa maksimal kerugian yang bisa Saya tanggung?

.

Level proteksi ini harus ditentukan sejak awal sebelum Anda membeli sebuah saham.

.

Bahkan menentukan level proteksi ini jauh lebih penting, daripada menentukan angka profit taking, atau level ambil untung.

.

Tapi, bagaimana caranya ?

.

Well, pertanyaan yang bagus…

.

Caranya mudah, tentukan level beli, dan target profit taking , dan tetapkan level proteksi maksimal kerugian sebesar 1/2 dari potensi keuntungan (reward)

.

.

.

Langkah 2 – DISIPLINKAN DIRI ANDA!

.

Ketika harga option (saham) menyentuh level proteksi, jangan pikir dua kali…

.

Jangan tunggu esok hari!

.

Dan jangan berharap harga option (saham) naik lagi, meskipun mungkin saja itu bisa terjadi.

.

Kalau harga option (saham) kena level proteksi, ya jual saja…

.

Tapi bagaimana kalau nanti naik lagi ?

.

Memang terkadang harga option (saham) berfluktuasi turun naik dalam jangka pendek…

.

Oleh karena itu sebaiknya jangan terlalu kecil juga dalam memberi jarak untuk level proteksi ini.

.

Dan gunakan rasio dan logika Anda ya…

.

Contohnya kalau Anda menempatkan level stop loss sekecil 1% dari level beli,

Sementara pergerakan harga option (saham) terebut rata-rata berkisar 2-3% per hari.

.

.

.

lanjut ya…

.

.

.

.

Langkah 3 – JANGAN MELAKUKAN AVERAGING DOWN

(ATAUPUN AVERAGING UP)

.

Apa itu averaging down ?

Averaging down artinya membeli lagi option (saham) yang sama, ketika harga option (saham) yang tadinya dibeli mulai rugi, dan harga option (saham) terus turun

.

Banyak orang berpikir, dengan melakukan averaging down, maka rata-rata harga option (saham) yang dimiliki akan menjadi semakin murah…

.

Sehingga ketika harga option (saham) memantul naik, maka ia akan cepat profit.

.

Namun kenyataan tidak selalu demikian!

.

Ada kalanya harga option (saham) turun sementara dalam perjalanan trend naik…

.

Namun ada kalanya juga, harga option (saham) turun naik sebentar, dan malah lanjut turun terus…

.

Nah, hal inilah yang menimbulkan resiko besar, karena dengan melakukan averaging down, Anda sedang menangkap pisau jatuh!

.

Ketika Anda sedang melakukan Averaging down, posisi harga option (saham) Anda yang rugi, akan semakin rugi!

.

.

.

Dan silahkan sekarang Anda ingat-ingat kembali,

Pernahkah Anda mengalami kejadian seperti ini?

.

Sesudah menjual option(saham) untuk diproteksi, atau di cut loss, ternyata malah harga option (saham) ini naik tinggi, dan tidak pernah kembali turun lagi?

.

Sungguh mengesalkan, bukan?

.

.

Ya, memang disinilah SENI-nya usaha bisnis Trading ini…

.

Dan ketika Anda merasakan rasa kesal ini semakin menjadi-jadi, cobalah untuk berpikir terbalik :

.

‘Bisa saja yang sebaliknya yang terjadi, ketika Saya tidak melakukan CUT LOSS! Bisa saja harga (option) sahamnya justru terus turun…

Dan Saya bisa semakin rugi!

Maka Saya bersyukur saat ini, meskipun LOSS, namun tidak berdarah-darah!’

.

.

Lalu ingatlah kembali pada langkah-2 : DISIPLINKAN DIRI ANDA!

.

.

.

Jadi, bila kita simpulkan kembali 3 Langkah untuk meminimalkan RESIKO di dalam trading adalah :

  1. TETAPKAN PROTEKSI SEBELUM MEMBELI SEBUAH OPTION (SAHAM)
  2. DISIPLINKAN DIRI ANDA
  3. JANGAN MELAKUKAN AVERAGING

.

Semoga menginspirasi,

.

.

Albertus Arifin

Yang sedang belajar meminimalkan resiko

.

.

SUKSES ITU BERPOLA, NAMUN KEGAGALAN JUGA BERPOLA.

MARI FOKUS PADA POLA SUKSES, NISCAYA ANDA DAN SAYA MENUAI SUKSES

Ini Dia Cara Mengatasi Ketakutan Yang Menyebabkan LOSS!

Ini Dia Cara Mengatasi Ketakutan Yang Menyebabkan LOSS!

Ini dia Cara Mengatasi Ketakutan yang menyebabkan LOSS!

….karena semakin kencang, pertanda (sinyal) ini muncul, maka semakin besarlah potensi LOSS yang akan terjadi…

 

.

Ini dia Cara Mengatasi Ketakutan yang menyebabkan LOSS!

.

Halo Sahabat, apa kabar?

.

Semoga Sahabat semua dalam keadaan yang sehat senantiasa ya…

.

Ketika mengetikkan artikel ini, Saya baru saja berjumpa dengan seorang Sahabat, yang Saya kenal sekitar 13 tahun yang lalu , menTRIGER Saya untuk menuliskan artikel ini…  

.

Dan sebenarnya, artikel ini merupakan sambungan dari artikel sebelumnya, mengenai 4 Jenis Ketakutan Yang Menyebabkan Anda mengalami LOSS 

.

.

Baiknya Saya review ulang saja ya , 4 jenis ketakutan ini :

  1. Fear of Being Wrong
  2. Fear of Losing Money
  3. Fear of Missing Out
  4. Fear of Not having Enough (GREED)

.

Mengenai 4 jenis ketakutan ini, Saya pun mengalami hal yang sama…

.

Dan, setelah berulang-ulang kali mengalami ketakutan-ketakutan ini di dalam proses trading Saya, akhirnya Saya mulai menemukan suatu pertanda (baca : sinyal) , dimana ketika sinyal  ini muncul, dan tidak segera di atasi, maka hal ini akan berpotensi mendatangkan loss…

.

Dan semakin kencang, pertanda (sinyal) ini muncul, maka semakin besarlah potensi LOSS yang akan terjadi…

.

Sahabat mungkin sudah bisa menduga, pertanda apakah itu?

.

Ya, betul, pertanda yang Saya alami ini adalah rasa ‘tidak nyaman’, atau RASA DEG-DEG AN yang berlebihan, yang muncul secara tiba-tiba, misalnya ketika Saya terlalu memaksakan diri, untuk tetap bertahan di dalam posisi ‘floating loss’, atau ‘floating profit’.

.

Dan, akhirnya, setelah merenungkan, dan merefleksikan portopolio trading Saya, yang kurang bagus, beberapa waktu terakhir, maka Saya pun mulai belajar ‘memanfaatkan’  indikator yang powerful, yang sudah diberikan oleh Sang Pencipta ini, ke dalam proses trading Saya…

.

Ya, Saya mulai belajar untuk lebih ‘peka’ dan  ‘mengindahkan’ rasa deg-degan’ ini…

.

Misalnya, ketika sebelum trading , tiba-tiba Saya merasa ‘deg-deg an’ yang berlebihan, Saya merasa lebih baik untuk menunda entry, sampai rasa deg-deg an berangsur-angsur mulai reda, dan menjadi tenang kembali…

.

Maka pertanyaan pun kembali muncul di benak Saya, bagaimana caranya Saya melatih intuisi Saya, dan belajar untuk mulai ‘mengindahkan’nya…

.

.

Belakangan, Saya mulai menyadari bahwa menjadi SABAR dan TENANG, adalah sebuah state intuitif, yang bisa membuat Saya semakin ‘PEKA’ terhadap intuisi Saya, dan ujung-ujungnya, tentu saja akan memperbesar POTENSI kemenangan (profit) yang kita capai…

.

.

Dan ajaibnya…

.

.

Semakin menjadi SABAAAR & TENAAANG, maka kita pun menjadi semakin enak dan nyaman…

.

Kita pun semakin mudah melihat Peluang EMAS yang muncul, dan menunggu untuk dipetik…

.

.

.

Namun, pertanyaannya, Bagaimana supaya bisa menjadi SABAR dan TENANG?  Apakah ada suatu cara yang mudah dan cepat ?

.

.

Well, jaman sekarang memang semuanya ingin yang serba instan, serba cepat ya… hehe… kalau bisa, sekali baca artikel ini (sampai selesai), bisa langsung menjadi SABAR dan TENANG…

.

.

Dan FAKTA lah yang berbicara, bahwa : semua ‘kesuksesan’ membutuhkan kemauan, proses dan waktu…

.

Namun demikian, Saya mencatat, ada 2 hal utama, untuk bisa mencapai state intuitif SABAR & TENANG ini, yakni :

  1. Melakukan persiapan yang secukupnya. Hal yang biasanya Saya lakukan sebelum trading, adalah melakukan proses analisa kandidat, sebelum trading. Pepatah kuno mengatakan : “He who is WELL Prepared, has won half of the BATTLE”  ;
  2. Belajar masuk ke dalam state SABAR & TENANG, dan menikmatinya;

 

Untuk poin no.2 ini, Saya pun teringat sebuah tulisan kreatif dari mas Khrisnamurti, seorang praktisi NLP yang Saya kenal 13 tahun lalu, ada suatu IDE kreatif, untuk bisa masuk ke dalam state SABAR & TENANG ini, dengan cukup mudah…

.

Sahabat penasaran ingin tahu caranya ?

.

.

.

Beginilah langkah-langkahnya :

.

.

  1. Sebaiknya artikel ini di-print, karena akan lebih mudah membaca dan melakukan apa yang Saya tulis, dibanding baca di internet.
  1. Ambil posisi duduk bersila, usahakan tulang punggung dan tulang leher dalam posisi yang tegak lurus, namun tetap rileks, enak dan nyaman.
  1. Bacalah kalimat berikut ini dengan tempo 1/3 dari kecepatan rata-rata baca Anda. Jadi dibaca perlahan-lahan saja, persis seperti anak SD yang sedang latihan membaca. Tapi, cukup baca dalam hati, tidak perlu berteriak seperti anak SD, ya… he he he…

(sekarang mulailah baca kalimat-kalimat berikut di bawah ini, dalam hati dengan tempo yang lambaaat…)

***

.

Sekarang, tariklah nafas Sahabat secara perlahan.

.

Sambil tarik nafas, berhitunglah dalam hati: 1.. 2.. 3.. 4.. 5.. 6.. 7..

.

Sekarang, tahan nafas Sahabat sambil baca: 1.. 2.. 3.. 4.. 5.. 6.. 7..

.

Lanjut dengan buang nafas dan baca dalam hati: 1.. 2.. 3.. 4.. 5.. 6.. 7..

.

.

Kembali ke *** sampai 7 putaran

.

.

Setelah Sahabat selesai melakukan 7 siklus nafas 7 ini, sekarang sambil terus buang nafas Sahabat sebanyak-banyaknya, masuklah ke dalam suasana hening dengan memejamkan mata  beberapa saat, sekarang…

.

Setelah Sahabat membuka mata, rasakan apa yang ada dalam kepala Sahabat? Sudah makin santai kah? Sudah makin tenang kah?

.

.

.

Teknik Sugesti Tenaaang… Tenaaang… Tenaaang…

(sekarang mulailah Sahabat baca kalimat-kalimat berikut di bawah ini, dalam hati dengan tempo yang lambaaat…)

**

.

Tariklah nafas Sahabat perlahan-lahan sekali, sangat perlahan dan sangat perlahan. Tahan nafas Sahabat beberapa saat, lalu saat hembuskan nafas dengan sangat perlahan, katakan dalam hati: “Tenaaang… Tenang… Tenang…”

**

.

(Bacalah kalimat di atas sebanyak 3 kali saja, setelah itu lanjutkan baca kalimat di bawah ini)

.

.

**

Tariklah nafas Sahabat perlahan-lahan sekali, sangat perlahan dan sangat perlahan. Tahan nafas Sahabat beberapa saat, lalu saat hembuskan nafas dengan sangat perlahan, katakan dalam hati: “Sabaaar… Sabaaar… Sabaaar…”

.

(Bacalah kalimat di atas sebanyak 3 kali saja, setelah itu lanjutkan baca kalimat di bawah ini)

**

.

Tariklah nafas Sahabat perlahan-lahan sekali, sangat perlahan dan sangat perlahan. Tahan nafas Sahabat beberapa saat, lalu saat hembuskan nafas dengan sangat perlahan, katakan dalam hati:

.

“Aku semakin tenaaang… Aku semakin tenaaang… Aku semakin tenaaang…”

.

(Bacalah kalimat di atas sebanyak 3 kali saja, setelah itu lanjutkan latihan berikutnya…)

.

*

Teknik Kendorkan Otot Seluruh Tubuh

(sekarang mulailah Sahabat baca kalimat-kalimat berikut di bawah ini, dalam hati dengan tempo yang lambaaat…)

.

Tariklah nafas Sahabat perlahan-lahan sekali, sangat perlahan dan sangat perlahan. Tahan nafas Sahabat beberapa saat, lalu hembuskan nafas dengan sangat perlahan…

.

(Terus lakukan cara bernafas ini berulang-ulang sampai bacaan selesai. Bacalah kalimat berikut ini dengan perlahan-lahan saja, saat Sahabat hembuskan nafas yang perlahan…)

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot mata Sahabat…

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot dahi Sahabat …

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot pipi Sahabat …

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot mulut Sahabat …

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot leher Sahabat …

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot lengan Anda..

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot jari-jari tangan Sahabat..

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot bahu Sahabat …

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot pinggang Sahabat..

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot paha Sahabat..

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot betis Sahabat..

.

Sambil hembuskan nafas…

.

Perlahan-lahan kendorkan otot jari-jari kaki Sahabat..

.

**

.

Teknik Relaksasi Scanning Tubuh

.

(sekarang mulailah Sahabat baca kalimat-kalimat berikut di bawah ini, dalam hati dengan tempo yang lambaaat…)

.

Tariklah nafas Sahabat perlahan-lahan sekali, sangat perlahan dan sangat perlahan. Tahan nafas Sahabat beberapa saat, lalu hembuskan nafas dengan sangat perlahan…

.

(Terus lakukan cara bernafas ini berulang-ulang sampai bacaan selesai. Bacalah kalimat berikut ini dengan perlahan-lahan saja, saat Sahabat hembuskan nafas yang perlahan…)

.

Sambil hembuskan nafas yang panjang dan sangat perlahan-lahan… Kendorkan seluruh otot di tubuh Sahabat …

.

Dari ujung kepala sampai ke ujung kaki…

.

(Lakukan beberapa kali sampai otot seluruh tubuh Sahabat menjadi kendor seperti tali yang terjatuh…)

.

.

Demikian ide yang sederhana sekali ini, semoga para Sahabat dapat melakukan relaksasi, menjadi semakin SABAR dan TENANG, hanya dengan membaca artikel ini saja berulang-ulang…

.

.

Semoga menginspirasi,

.

.

Albertus Arifin

Yang sedang belajar menjadi lebih SABAR & TENANG

.

.

Sumber Ide : http://portalnlp.com/tip-praktis-nlp90-baca-aja-self-hypno-agar-kepala-cepat-dingiiin%e2%80%a6/

 

SUKSES ITU BERPOLA, NAMUN KEGAGALAN JUGA BERPOLA.

MARI FOKUS PADA POLA SUKSES, NISCAYA ANDA DAN SAYA MENUAI SUKSES

Empat Langkah Teruji Menjadi Trader Sukses

Empat Langkah Teruji Menjadi Trader Sukses

Empat Langkah Teruji Menjadi Trader Sukses

.

….seorang Trader yang mempunyai pengalaman berada dalam kondisi sinkron harmonis dengan pergerakan market, mampu mengantisipasi perubahan arah market yang seringkali tidak terduga, pada saat yang tepat (precise moment)

.

.

Empat Langkah Teruji Menjadi Trader Sukses

.

Halo para Sahabat sekalian, bagaimana kabarnya hari ini ? Semoga semuanya boleh berjalan lancar ya…

.

Beberapa waktu lalu, Saya mendapatkan kesempatan membaca buku “Trading in the Zone” karya Mark Douglas, dan sayapun tertarik untuk mensharingkan salah satu bab terbaik (menurut Saya), yakni bab 4 : The Uncertainty Principle

.

.

Sebelumnya, ijinkah Saya bertanya , Apakah Sahabat pernah menjumpai kondisi-kondisi seperti ini sewaktu Trading :

  • Sering terkena ‘jebakan batman’ waktu mengikuti pergerakan global market?
  • Seringkali deg-degan pada waktu awal trading (apalagi waktu bell start trading berbunyi : teng teng teng…) ?
  • Seringkali takut dan khawatir waktu trading
  • Rasa Percaya Diri (terlalu) tinggi, namun berakhir dengan loss?
  • Sudah lakukan analisa kandidat, namun loss?
  • Sudah lakukan persiapan yang baik (2 jam sebelum trading) sudah amati market, namun berakhir loss?
  • Sering terlalu cepat entry? Ataupun telat entry?
  • Sering terlambat exit?

 

Baiklah…

Jujur saja, beberapa kondisi di atas juga Saya alami di dalam proses trading Saya, selama beberapa tahun ini…

Sehingga, akhirnya menuntun langkah Saya untuk mempelajari buku ini… 

 

Saya harapkan, artikel sederhana ini bisa membawa setitik ‘pencerahan’  bagi Sahabat semuanya, dalam perjalanan menuju ‘Profit Konsisten’

.

.

Menurut Mark Douglas,  ada 4 Langkah Teruji Menjadi Trader Sukses, yakni :

  1. Ketika Anda melakukan Trading tanpa rasa takut, ataupun ‘terlalu percaya diri’, karena Anda sadar dan menerima semua resiko yang mungkin terjadi – acceptance (to trade without fear or over-confidence);
  2. Ketika Anda tidak lagi memprediksi kemana arah market. Cukup posisikan diri Anda sebagai penonton, lalu nikmati, dan interpretasikan apa yang ditawarkan oleh pasar (perceive what the market is offering from its perspective);
  3. Ketika Anda fokus dan ‘hadir’ (present) pada saat trading berlangsung (stay completely focused in the “now moment opportunity flow,”)
  4. Secara ‘spontan’ Anda mengambil posisi entry (spontaneously enter the “zone,”)

 

Melihat empat poin di atas, maka Kata kunci yang Saya tangkap adalah “to be in the zone”, yakni Bagaimana Kita dan Market bisa berada pada kondisi sinkron…

.

Dan contoh yang paling mudah dari frasa “Sinkron”, ataupun “COMPLETE HARMONY” adalah apabila Anda pernah melihat rombongan besar burung-burung yang terbang secara beriringan, dan bergerak menari-nari dengan sangat sinkron, dan meskipun mereka terbang dengan sangat cepat, dan gerakannya meliuk-liuk, namun mereka tidak pernah “bertabrakan” satu sama lain…

Lebih jelasnya, silakan lihat video ini :

.

Menurut Mark Douglas, seorang Trader yang mempunyai pengalaman berada dalam kondisi sinkron harmonis dengan pergerakan market, mampu mengantisipasi perubahan arah market yang seringkali tidak terduga, pada saat yang tepat (precise moment);

.

.

Saya pun mengiyakan pernyataan ini, namun demikian ada sesuatu yang masih terasa mengganjal di hati, karena ada suatu PERTANYAAN BESAR yang masih saja belum terjawab, yakni :

.

Bagaimana caranya untuk bisa mencapai kondisi sinkron harmonis tersebut?

.

Dan Saya pun semakin fokus membaca buku ini, berusaha untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan di atas…

.

.

dan ternyata……

.

Saya cukup beruntung, karena Mark kembali menjelaskan 2 langkah taktis menuju kondisi tersebut, yakni  :

  1. Belajarlah untuk tetap fokus pada kondisi saat ini (“now moment opportunity flow” ). Untuk mencapai pengalaman “synchronicity” pikiran Anda hendaknya terbuka pada realita pergerakan market saat ini. Anda tidak perlu berusaha memprediksi arah market, jadilah penonton yang baik, ikuti saja kemana market bergerak, dan nikmati (market’s truth from it’s prespective);
  2. Latihlah pikiran Anda untuk menerima dan mempercayai informasi kreatif, yang dihasilkan oleh otak kanan (otak kanan=pikiran kreatif, intuisi), yang biasanya disabotase oleh otak kiri (otak kiri = pikiran rasional, logika). Sesudah Anda pasrah mengikuti arah market, maka sekarang waktunya menunggu Informasi kreatif untuk muncul, bila memang dia diberi kesempatan untuk hadir…

.

Dan Mark juga mengajak Anda dan Saya untuk mendefinikan ulang apa arti kata “Trader”.

.

Kebanyakan orang mendefinisikan bahwa menjadi Trader adalah sama dengan menjadi “ahli analisa market yang handal”.

.

Ini adalah suatu kesalahan fatal!

.

Ketika Trader memaksakan diri agar “analisa”nya menjadi kenyataan, maka sebenarnya dia sudah lari dari realita dan memerankan dirinya sebagai aktor utama, bukan lagi menjadi penonton yang baik (lihat poin no.2 langkah teruji ,di atas);

.

Sayapun berhasil menarik sebuah kesimpulan kecil :

.

Memang benar ketika Saya memposisikan disi sebagai penonton dari suatu pertandingan (baca : chart trading), maka Saya dapat melihat dan mengamati pertandingan ini , dengan lebih jelas dan detail, dibandingkan ketika Saya berperan sebagai pemain utama dalam pertandingan tersebut.

 .

 .

.

Warm Regards,

 

 

Albertus Arifin

Yang sedang belajar menjadi ‘penonton yang baik’

SUKSES ITU BERPOLA, NAMUN KEGAGALAN JUGA BERPOLA.

MARI FOKUS PADA POLA SUKSES, NISCAYA ANDA DAN SAYA MENUAI SUKSES

Technicalist VS Fundamentalist

Technicalist VS Fundamentalist

Technicalist vs Fundamentalist

.

“The Fundamentalist studies the cause of market movement,

While The Technicalist studies the effect

.

.

Technicalist vs Fundamentalist

.

Halo para Sahabat sekalian, khususnya yang saat ini berprofesi sebagai trader, apa kabar?

.

Beberapa waktu lalu, saya menemukan suatu materi yang menurut saya cukup menarik untuk saya sharingkan kepada para Sahabat semuanya…

.

.

Dan kisahnya dimulai dari sebuah perbedaan tindakan antara si A dan si B, berikut ini…

.

Ada dua orang yang ingin membeli sebuah rumah tinggal.

.

Sebut saja, namanya si A dan si B. Dan keduanya berada di dalam suatu lokasi pameran property yang sama.

.

Si A dan Si B, mempunyai cara yang berbeda dalam ‘berburu’ rumah ini.

.

Si A duduk dengan tenang, dan memperhatikan kerumunan orang, rumah tipe apa yang paling banyak diburu, dari developer mana saja, baru kemudian mengambil keputusan membeli rumah tersebut berdasarkan ‘hasil pengamatannya itu, tanpa mengukur nilai intrisiknya (nilai barangnya) sendiri.

.

Namun, hal yang berbeda dilakukan oleh si B, untuk mendapatkan ‘barang buruan-nya’ tersebut.

.

Si B mempelajari spesifikasi rumah tinggal yang diincar, dan pergi ke setiap stand developer, mencatat, membandingkan, dan mempelajari nilai barangnya (intrinsic value), sebelum akhirnya si B memutuskan untuk membeli rumah tersebut.

.

.

Bila Sahabat sendiri, yang ingin membeli rumah di dalam suatu pameran properti, hal apakah yang akan Sahabat lakukan?

Apakah Sahabat akan melakukannya seperti si-A ? Ataukah seperti si-B?

.

.

Menurut Edianto Ong, didalam bukunya ‘Technical Analysis for Mega Profit”, didalam ilustrasi di atas :

si A ini seringkali disebut sebagai golongan ‘Technicalist’,

Sedangkan si B seringkali disebut golongan ‘Fundamentalist

.

Singkatnya, ‘technicalist’ memprediksi pergerakan arah dengan menganalisa aksi pasar, sedangkan ‘fundamentalist’ fokus pada data-data keuangan untuk mencari nilai sesungguhnya (intrinsic value) dari suatu saham.

.

 ‘Technicalist’ percaya bahwa “efek adalah segala yang dibutuhkan, alasan atau penyebabnya tidaklah penting”

.

Sebaliknya, bagi ‘Fundamentalist’, mereka harus mengetahui alasan dan penyebabnya terlebih dulu.

.

Bagi Fundamentalist, Jika harga pasar diatas ‘intrinsic value’ maka hal ini disebut “over-priced” – tindakan yang harus diambil adalah aksi jual. Sebaliknya jika harga pasar di bawah ‘intrinsic value”, maka disebut “under-valued” – tindakan yang harus diambil adalah aksi beli.

.

Baik ‘technicalist’ maupun ‘fundamentalist’ , keduanya mempunya tujuan yang sama, yaitu memprediksi arah pasar, hanya saja metode pendekatan yang mereka lakukan berbeda.

.

Sayapun merenung sejenak, dan berkata dalam hati :

“Wah, berarti kebiasaan saya mengamati pergerakan pola candle (‘candle-pattern’), garis-garis MA, garis support-resistant, pita Boulinger Band, yang saya lakukan hampir setiap hari, berarti saya masuk ke dalam golongan ’technicalist’ dong… “

.

Sayapun semakin tertarik, dan melanjutkan membaca buku ini lebih serius lagi…

.

Dan Edianto Ong kembali menekankan…   

“Meskipun sebagian orang menyatakan dirinya adalah seorang technicalist ataupun fundamentalist, pada kenyataannya, mereka yang sudah cukup lama berinvestasi di ‘paper asset’ biasanya memiliki sedikit banyak pengetahuan tentang keduanya.

Hanya saja, ada yang lebih condong ke technical, atau fundamental.”

.

Sulit untuk mengatakan mana yang lebih baik, namun secara garis besar, dapat disimpulkan bahwa…

.

“Technical Analysis mempunyai dampak lebih bagi para traders yang mempunyai jangka waktu (time frame) yang lebih pendek, sedangkan fundamental analysis digunakan oleh para Investor yang memiliki pandangan (view) dengan jangka waktu lebih panjang.”

.

Sebagai contoh, misalkan seorang short-term trader (baca: day-trader / scalper), yang tidak mempertahankan posisinya lebih dari beberapa hari, tentu akan sulit mengambil keputusan berdasarkan analisis fundamental.

Dalam time-trame ini, mereka tentu lebih menitikberatkan pada analisa teknikal, karena pendekatan dengan cara ini lebih ringkas.

.

Sebaliknya, bagi seorang investor jangka panjang, yang misalnya – ingin secara rutin dan berkala mengumpulkan sejumlah saham dalam portopolionya untuk masa pensiun nanti, tentu analisa fundamental akan lebih membantu.

.

Dan Saya pun kembali belajar suatu hal baru lagi, bahwa :

.

“The Fundamentalist studies the cause of market movement,

While The Technicalist studies the effect

.

Ingatan saya kembali beralih kepada si A, dan si B, pada cerita di atas, dan saya berusaha menarik sebuah kesimpulan kecil :

.

“Berarti si A membeli rumah tersebut, karena punya tujuan ingin menjualnya dalam waktu secepat mungkin, bahkan kalau perlu sesaat sesudah dia membeli property tersebut”, sehingga dia mendapatkan keuntungan dalam waktu yang cepat…

.

Sedangkan si B membeli rumah karena punya tujuan ingin memakainya dalam jangka waktu yang cukup lama, dan jika dia menjualnya sewaktu-waktu karena kebutuhan, maka dia akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar…

.

.

.

Warm Regards,

.

.

Albertus Arifin

SUKSES ITU BERPOLA, NAMUN KEGAGALAN JUGA BERPOLA.

MARI FOKUS PADA POLA SUKSES, NISCAYA ANDA DAN SAYA MENUAI SUKSES

3 Filosofi Utama Trader Tipe Technicalist!

3 Filosofi Utama Trader Tipe Technicalist!

3 Filosofi Utama Trader tipe Technicalist

.

Chart merupakan cerminan psikologi dari pelaku pasar itu sendiri!

.

.

3 Filosofi Utama Trader tipe Technicalist

.

Halo para Sahabat sekalian, apa kabar?

Kali ini saya akan men-sharingkan topik mengenai 3 filosofi utama dari Trader tipe Technicalist.

.

 

Sebelumnya, saya ingin berbagi foto ini kepada para Sahabat :

 

Silakan lihat foto ini dengan seksama, lalu simpulkan dengan cepat suasana dan nuansanya, apakah nuansa sedih ataukah bahagia? (jawab di dalam hati saja ya...)

Menurut Edianto Ong, didalam bukunya “Technical Analysis for Mega Profit”, ada tiga filosofi utama, dari Trader tipe Technicalist, yaitu:

  1. Pergerakan harga yang terjadi di pasar telah mewakili semua factor lain (market action discounts everything);
  2. Terdapat suatu pola kecenderungan dalam pergerakan harga (prices move in trends);
  3. Sejarah akan terulang (history repeat itself);

.

Pernyataan no.1, “Pergerakan harga yang terjadi di pasar telah mewakili semua faktor lain (Market action discounts everything)” adalah faktor terpenting dan menjadi dasar filosofi utama bagi seorang trader tipe ‘Technicalist’.

.

Mereka yakin bahwa segala sesuatu yang bisa mempengaruhi harga saham – baik dari segi fundamental, politik, maupun faktor-faktor lainnya – secara psikologi sebenarnya telah tercermin pada pergerakan harga yang terjadi di pasar.

.

Hal ini dikarenakan Hukum Penawaran dan Permintaan (Supply & Demand) yang membentuknya. Dari dasar hokum ekonomi ini, para pelaku “Trend Following Trading” ini menyimpulkan, bahwa :

.

“Jika harga naik, apapun alasannya, demand pasti lebih besar daripada supply, dan dari sisi fundamental mestinya bullish. Sebaliknya, jika harga turun, supply pastilah lebih besar daripada demand, dan dari sisi fundamental mestinya bearish.”

 .

Jadi chart sendiri tidaklah menyebabkan harga naik, ataupun turun, namun :

.

Chart merupakan cerminan psikologi dari pelaku pasar itu sendiri!

.

Oya, apakah para Sahabat masih ingat foto di atas?

Kesan apa yang muncul waktu Sahabat melihat foto tersebut?

Apakah suasana dan nuansanya terlihat bahagia?

Ya, betul, waktu itu kami memang bahagia. Kami sedang merayakan ulang tahun mama yang ke-78. Suatu momen penting dalam keluarga kami.

.

Dan, sebenarnya, melalui analogi foto diatas, Saya ingin menyampaikan bahwa :

.

“Chart” dapat diibaratkan seperti sebuah “foto”. Dari gambar yang terpotret di sebuah foto, kita dapat memperkirakan, apakah orang tersebut sedang sehat atau sakit, bahagia atau sedih, dan lain sebagainya.

.

Pernyataan pada poin 2 , bahwa “Terdapat suatu pola kecenderungan dalam pergerakan harga (Prices move in trends), merupakan adaptasi dari Hukum Newton I tentang pergerakan (Newton’s First Law of Motion).” 
.

Hukum tersebut dipaparkan oleh ilmuwan besar Sir Isaac Newton, pada makalahnya Philosophiae Naturalis Principia Mathematica menjelang akhir abad ke-16, yang secara garis besar menyimpulkan bahwa :

.
Sebuah pola pergerakan memiliki kecenderungan berlanjut daripada tidak

.
Dengan kata lain :

.

Sebuah pola pergerakan akan terus berlanjut, sampai terdapat tanda-tanda akan berhenti, atau berbalik arah.

.

Hal inilah yang menjadi prinsip dasar trader tipe ‘technicalist’ yang menunggangi sebuah pola kecenderungan atau trend, untuk menghasilkan keuntungan (profit).

.

Jadi:

.

Kemampuan untuk meng-identifikasi suatu trend merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan di dalam trading.

.

Pernyataan no.3 “History repeat itself”, menunjukkan bahwa suatu pola grafik (candle-pattern), yang sering terjadi, atau berulang dari waktu ke waktu. Hal ini merupakan akibat serta refleksi dari psikologis dan sifat dasar manusia, yang tetap sama sejak dulu.

.

Dan setelah membaca 3 filosofi utama trader tipe Technicalist ini, saya pun mendapatkan suatu keyakinan baru, bahwa…

.

Melatih kebiasaan mengidentifikasi suatu trend (candle-pattern), pada akhirnya akan meningkatkan kewaspadaan dan kompetensi di dalam proses trading saya, menjadi “conscious competence”

.

.

Warm Regards,

.

.

Albertus Arifin

SUKSES ITU BERPOLA, NAMUN KEGAGALAN JUGA BERPOLA.

MARI FOKUS PADA POLA SUKSES, NISCAYA ANDA DAN SAYA MENUAI SUKSES

Akhirnya Terungkap! Inilah 4 jenis ketakutan yang menyebabkan loss!

Akhirnya Terungkap! Inilah 4 jenis ketakutan yang menyebabkan loss!

.

 

.

Akhirnya Terungkap! Inilah 4 jenis ketakutan yang menyebabkan LOSS!

.

Akhirnya Terungkap! Inilah 4 jenis ketakutan yang menyebabkan LOSS!

 

.

Halo Sahabat semua, apa kabar?

.

Semoga semua aktifitas Sahabat semuanya berjalan lancar ya…

.

Kali ini, Saya ingin mensharingkan mengenai 4 jenis ketakutan yang seringkali membuat Loss sebagian besar Trader, bahkan tanpa Anda dan Saya sadari sebelumnya…

.

Oya, materi artikel ini Saya dapatkan idenya sesudah membaca buku karya Mark Douglas “Trading in The Zone”, dan Saya pikir hal ini akan berguna untuk menambah ‘knowledge’ para Sahabat semuanya…

.

.

Menurut Mark Douglas, ada 4 jenis ketakutan, yang disadari ataupun tidak oleh para Trader, memberikan pengaruh yang sangat significant, yakni 90-95% loss, dalam setiap usaha probabilitas trading.

.

Artinya ketika Anda mempunyai 4 jenis ketakutan ini, maka dari 100 kali  percobaan trading, maka 90 s/d 95 kali trading Anda akan berakhir dengan LOSS

.

Penasaran ingin tahu lebih lanjut?

.

.

Silakan baca terus artikel ini ya…

.

Berikut ini adalah 4 jenis ketakutan (FEAR) tersebut :

.

  1. FEAR OF BEEING WRONG
    • Takut salah (entry) ! Karena dari pengalaman sebelumnya, sudah berkali-kali salah entry. Sudah entry put, ternyata saham malah call…
    • Ketika entry call (bullish), di dalam hati berkata “Jangan-jangan sesudah ini saham malah turun…!”
    • Terlalu mencari kondisi yang ‘SEMPURNA” . Menggunakan banyak indicator, dan menunggu semuanya confirm! Akhirnya malah ketinggalan momentum !
    • Ide Solusi :
      1. Don’t look for perfection;
      2. Keep your lose small;
      3. Trading adalah mengenai Probabilitas;
      4. Menerima Loss sebagai bagian dari bisnis trading ini;
  1. FEAR OF LOSING MONEY
    • Pada waktu akan trading, di dalam hati sudah terasa berat. Dan bahkan pada saat alarm bell TOS berbunyi (tanda trading sudah dimulai), tiba-tiba jantung menjadi berdetak kencang…
    • Ketakutan yang berlebihan : “Jangan-jangan trading malam ini, Saya malah loss…” . Biasanya terjadi karena sudah loss dalam beberapa hari berturut-turut…
    • Ide Solusi :
      1. Mentality : Siap Kalah, karena Trading adalah mengenai probabilitas;
      2. Membuat Trading Plan yang realistis, dan secara disiplin menerapkannya;
      3. Menerapkan money management yang ketat (Keep your lose small) ;
  1. FEAR OF MISSING OUT
    • Takut terlambat untuk entry (ambil posisi). Akibatnya terlalu cepat entry (bukan moment terbaiknya) => kurang presisi!
    • Terlalu banyak indicator yang dilihat => ketinggalan momentum!
    • Ide Solusi :
      1. fokus hanya pada indicator yang paling Anda kuasai;
  1. FEAR OF NOT HAVING ENOUGH (GREED)
    • Pada waktu trading, seringkali merubah-rubah target limit, ketika target yang dipasang sebelumnya hampir tercapai, namun target malah digeser lebih tinggi, dengan harapan mendapatkan profit yang lebih besar. Akibatnya : target tidak tercapai, dan bahkan berakhir dengan loss…
    • Sudah profit, dan tutup laptop. Namun di dalam hati ada penyesalan “Coba ya kalau tadi target limitnya lebih besar, pasti bisa profit lebih banyak…”
    • Ide Solusi :
      1. tetapkan target limit yang realistis dan achieveable dalam setiap trading Anda, dan buatkah tombol hotkey Target Limit Otomatis. (di IB ada fasilitas ini )
      2. Disiplinkan diri Anda, dan biasakan diri untuk tidak merubah Target Limit (TL);

.

Demikian para Sahabat, 4 jenis Ketakutan yang menjadi penyebab loss.

.

Sebenarnya ketakutan-ketakutan ini adalah hal yang wajar, sepanjang Saya dan Anda berhasil mendapatkan pelajaran darinya, dan berupaya lebih baik lagi.

.

Namun demikian, pertanyaan kritisnya adalah, bagaimana cara mengatasi ketakutan-ketakutan ini secara permanen?

.

Bagaimana bila ketakutan-ketakutan ini tiba-tiba muncul kembali sebelum trading? Bahkan pada saat sudah ada posisi (open position) ?

.

Baca juga : Jurus Jitu mendapatkan Profit Cepat, hanya dengan menunggu munculnya Candle ‘Engulfing Pattern‘ !

.

.

Saya pun berusaha mencari jawabannya. Dan akhirnya Saya dapatkan ‘petunjuk praktis’nya…

.

Saya akan bagikan ‘petunjuk praktis’ ini pada artikel selanjutnya. So, simak artikel Saya selanjutnya ya…

.

.

Warm Regards,

.

.

Albertus Arifin

SUKSES ITU BERPOLA, NAMUN KEGAGALAN JUGA BERPOLA.

MARI FOKUS PADA POLA SUKSES, NISCAYA ANDA DAN SAYA MENUAI SUKSES

Engulfing Pattern

Engulfing Pattern

Engulfing Pattern

.

“Segala hal akan datang bagi mereka yang menunggunya”

(Chinese proverb)

.

ENGULFING PATTERN

.

“Segala hal akan datang bagi mereka yang menunggunya”

(Chinese proverb)

.

.

Halo para Sahabat, salam jumpa kembali…

.

Apakah para Sahabat masih ingat artikel saya sebelumnya, mengenai reverse pattern?

.

Ya betul, ternyata ada tipe pola lainnya yang menandakan bahwa ada suatu pola berbalik arah (selain ‘hammer’ dan ‘the hanging man’ yang menunjukkan suatu pola up-trend / down-trend akan berhenti, dan berubah arahnya, yakni :

 

Engulfing Pattern

.

(Bullish Engulfing Pattern & Bearish Engulfing Pattern)

.

Fokus perhatiannya tetap dengan melakukan pengamatan terhadap :

  • Pewarnaan (candle kosong, ataukah candle isi)
  • Panjangnya body candle
  • Panjangnya shadow / ekor

.

Dengan melakukan ‘pengamatan yang jeli’  terhadap 3 hal ini, maka kita dengan cepat dapat menandai pesan-pesan penting tentang tingkat kesehatan pasar.

.

Pola tertelan, merupakan sebuah sinyal kebalikan utama dari 2 candle yang berlawanan, dimana body dari candle kedua, menutup seluruh body dari candle pertama

Menurut Steve Nison, didalam bukunya “ Japanese Candlestick, charting technique”, ada 3 kriteria utama yang membentuk Engulfing Pattern, yakni :

  1. Pasar harus dalam trend yang menanjak / up-trend (bagi ‘bullish engulfing pattern’), ataupun pasar harus dalam trend yang menurun / down-trend (bagi ‘bearish engulfing pattern’), bahkan jika trend tersebut hanya berlangsung sebentar saja;
  2. Dua lilin yang saling berlawanan warnanya. Lilin yang kedua (body candle) harus “menelan” (body) lilin yang pertama;
  3. Batang tubuh nyata (body candle) dari lilin yang kedua, harus berlawanan warnanya dengan batang tubuh nyata lilin yang pertama (note: ada pengecualian bagi aturan ini, jika lilin yang pertama merupakan doji. Jadi, setelah kejatuhan yang diperpanjang, sebuah doji ‘ditelan’ oleh sebuah batang tubuh putih yang sangat besar, bisa jadi merupakan sebuah dasar dari sebuah pembalikan. Sebaliknya, dalam sebuah trend naik, sebuah doji diselimuti oleh sebuah batang tubuh nyata berwarna hitam, bisa jadi merupakan sebuah pola pembalikan tanda pasar yang bearish)

.

Dan sinyal pembalikan yang penting, seringkali dapat ditandai dengan 3 faktor ini :

  1. Jika pada hari pertama dari ‘Engulfing Pattern’ ini, memiliki sebuah batang tubuh nyata yang sangat kecil (body candle sangat kecil / tipis), dan pada hari kedua terbentuk batang tubuh nyata yang sangat panjang. Batang tubuh nyata (body candle) lilin yang pertama merefleksikan sebuah pemborosan dari kekuatan trend hari sebelumnya, dan batang tubuh (body candle) lilin kedua yang lebih besar, membuktikan sebuah kenaikan dalam kekuatan di belakang pergerakan yang baru;
  2. Jika ‘Engulfing Pattern’ muncul setelah sebuah pergerakan yang diperpanjang (baca: masa konsolidasi / sideway) dan bergerak sangat cepat. Sebuah pergerakan cepat, atau yang diperpanjang, menciptakan sebuah pasar yang terlampaui diperpanjang (baik oleh karena terjadi overbought , ataupun oversold), dan membuat pergerakan ini begitu rentan terhadap terjadinya profit taking (note: candle ini serngkali juga disebut dengan nama ‘candle marubozu‘, dan ini juga sebuah kesempatan emas, bagi sahabat trader, yang menyukai gaya trading ‘cepat’ OTopportunity trade );
  3. Jika terdapat sebuah volume yang besar pada batang tubuh nyata (body candle) yang kedua dari ‘Engulfing Pattern’ ini;

.

.

Saya pun semakin tertarik meneruskan membaca buku ini, kali ini Steve Nison menjelaskan mengenai fungsi utama dari pola ‘Engulfing Pattern’ ini, dan beliau menjelaskan…

.

FUNGSI UTAMA dari pola ‘Engulfing Pattern’ ini adalah dengan memanfaatkannya sebagai support dan resistant.

.

Gambar : Engulfing Pattern terhadap garis resistant (pada pola uptrend)
Gambar : Engulfing Pattern terhadap garis support (pada pola downtrend)

Dan…

.

Teknik dari ‘Engulfing pattern’ ini sebagai resistance dan support, secara khusus akan begitu bermanfaat jika…

pasar sudah bergerak terlampau jauh dari titik-titik rendah (dengan ‘Bullish Engulfing Pattern), atau harga-harga tinggi (dengan ‘bearish Engulfing Pattern’),

untuk menjadikannya sebagai tempat untuk melakukan penjualan dan pembelian yang “nyaman”.

.

Maka Saya pun segera teringat, pada proses analisa kandidat, yang selalu Saya lakukan hampir setiap harinya, dimana Saya pun mendapati suatu pola ‘Engulfing Pattern’ pada ticker-ticker BIDU dan TSLA, di video berikut ini (klik gambar dibawah ini) :

Dan, bisikan-bisikan halus pun mulai bermunculan di dalam pikiran Saya, seolah-olah menuntut suatu ‘kepastian‘ :

Apakah analisa kandidat ini akan berhasil ? Dan Saya bisa mendapatkan profit, dengan hanya fokus pada 2 kandidat ini?

.

Dan kalau cara ini belum tentu ‘berhasil’ , mengapa Saya harus repot-repot melakukan ‘analisa kandidat’ ini ?

.

Sejenak, Saya menghela napas panjang, satu kali….

dua kali….

tiga kali….

.

Dan jawaban pun akhirnya datang!

.

Katanya…

.

Well, Saya pun tidak tahu, apakah ini akan berhasil, namun Saya rasa tidak ada salahnya untuk selalu bersiap-siap dengan sebaik-baiknya, sebelum pertandingan (baca : trading) dimulai, karena…

.

‘Sesuatu’ yang dipersiapkan dengan BAIK saja masih bisa gagal,

apalagi kalau tidak dipersiapkan!

.

Semoga Bermanfaat,

.

.

Albertus Arifin

.

P.S.

.

Sadarkah Anda akan hal ini, bahwa ternyata ada  4 jenis KETAKUTAN yang menyebabkan Anda selalu mengalami LOSS!

.

SUKSES ITU BERPOLA, NAMUN KEGAGALAN JUGA BERPOLA.

MARI FOKUS PADA POLA SUKSES, NISCAYA ANDA DAN SAYA MENUAI SUKSES

Reverse Pattern

Reverse Pattern

Reverse Pattern

.

“Secepat kita mampu melihat lampu rem mobil yang menyala, secepat itu pula kita dapat memahami bahwa suatu pola candle akan berpotensi untuk berubah arah”

.

REVERSE PATTERN

.

Dan, ini semua diawali ketika Saya kembali melanjutkan membaca buku “Japanese Candlestick, Charting Technique”, karya Steve Nison, saya menemukan suatu frasa yang sangat menarik:

.

“Kegelapan mengelabuhi satu inchi di depan kita”

.

.

Dan kisahnya dimulai, ketika sebuah mobil terlihat berjalan maju dengan cepat. Sejenak, terlihat lampu rem di belakang mobil menyala merah, memberikan tanda mobil akan mengerem, dan segera berhenti.

Dan sejenak kemudian,  mobilpun berhenti.

.

Tetapi sekarang, saat mobilnya sedang berhenti, akankah sang sopir memutuskan untuk membalikkan arah mobilnya? Akankah dia tetap berhenti saja? Akankah dia memutuskan untuk berjalan maju kembali?

.

Hal yang sama, juga terjadi dengan tren. Sebuah pertanda kebalikan tren (Reverse Pattern),

mengandaikan bahwa tren sebelumnya sepertinya berubah, akan tetapi tidak perlu membalik.

Lampu rem yang menyala merupakan penanda / sinyal yang menunjukkan bahwa tren terdahulu (yaitu, mobil yang bergerak maju), akan segera berhenti.

Berita baiknya adalah :

.

“Secepat kita mampu melihat lampu rem mobil yang menyala, secepat itu pula kita dapat memahami bahwa suatu pola candle akan berpotensi untuk berubah arah”

.

.

Sebuah pertanyaan menyeruak cepat di dalam pikiran saya, “Apakah ada bentuk candle pattern khusus, yang merepresentasikan ‘lampu rem’ seperti ilustasi di atas?”

Sayapun meneruskan membaca buku tersebut, halaman demi halaman, sehingga akhirnya saya mendapatkan jawabannya: 

.

 “YA, ADA!”

.

Candle-candle khusus ini, dinamakan Garis-Garis Payung, sebab garis-garis ini kelihatan seperti payung.

Garis-garis Payung ini merupakan lili-lilin dengan bayangan-bayangan panjang, yang lebih rendah, dan sebuah batang tubuh nyata yang kecil pada ujung puncak dari rentang tersebut.

Garis-garis Payung ini sangat menarik, karena garis-garis ini dapat sekaligus sebagai petunjuk Bullish atau Bearish, sesuai lingkungan pasar tertentu.

.

Seperti juga ‘lampu rem’ dalam contoh di atas, bisa memberikan petunjuk, bahwa sebuah mobil akan berhenti, ataukah akan berbelok.

.

Maka, sayapun segera teringat kata-kata salah satu mentor saya di dalam kelas pada waktu itu,

.

“Waspada-lah ketika kita menemukan bentuk-bentuk candle yang ekornya / shadow –nya panjang, ini sebuah tanda bahwa sebuah trend akan berubah arah!!”,

.

…pikiran saya-pun segera berteriak, “barangkali inilah yang dimaksud, munculnya sebuah candle ‘hammer’ ataupun candle ‘hanging man’

.

(Thx, Coach, untuk insight-nya…)

.

Jika sebuah garis payung muncul pada waktu trend menurun, garis payung itu merupakan sebuah sinyal trend menurun semestinya berakhir (Reverse Pattern).

.

Hal ini cocok dengan ungkapan “ pasar sedang me’martil keluar dari sebuah dasar”.

.

Secara tidak sengaja, garis martil ini tampak seperti sebuah martil dengan kepala dan pegangannya.

.

Kata Jepang asli untuk martil ini adalah “TAKURI”, artinya “mencoba untuk mengukur tingkat kedalaman dari air dengan merasakan dasarnya”.

.

Kata ini merupakan sebuah analogi sempurna bagi garis martil ini ketika pasar mencoba untuk merasakan ‘dasar’ tersebut (pikiran saya langsung kembali teringat pada pelajaran Support/ Resistance analisis…)

.

Dan demikian juga, berlaku pula kebalikannya….

.

Jika sebuah garis payung muncul setelah sebuah rally, hal ini bisa saja justru menjadi puncak kebalikan yang potensial bagi sinyal bearish yang secara keseluruhan disebut sebagai “the hanging man” (orang yang menggantung).

.

Nama “orang yang menggantung”, ditarik dari fakta bahwa candle-nya nampak seperti seorang yang menggantung, dengan kaki-kakinya yang berayun

.

Wow, Kelihatannya semakin menarik,…  

.

sebuah candle yang sama bentuknya, namun bisa mempunyai nama dan arti yang berbeda, hanya dengan memperhatikan pola / pattern yang terjadi sebelumnya.

.

Menurut Steve Nison, “hammer”(martil)  dan “the hanging man”(orang yang  menggantung) dapat dikenali dengan tiga kriteria :

  1. Tubuh yang nyata (body candle) berada pada ujung atas rentang trading. Warna dari tubuh yang sebenarnya tidak penting;
  2. Martil tersebut memiliki sebuah bayangan panjang yang lebih rendah, paling tidak harus dua kali tingginya dari batang tubuh yang sebenarnya (body candle);
  3. Martil tersebut harus tidak memiliki, ataupun kalaupun punya sebuah bayangan yang sangat pendek;

.

Ada tiga aspek yang membedakan ‘orang bergantung’ dengan ‘martil’, yakni : trend, panjangnya pergerakan sebelum garis lilin, dan konfirmasi. Khususnya :

  • Trend : sebuah martil harus muncul setelah sebuah penurunan. Satu orang bergantung, harus muncul setelah sebuah rally;
  • Memperluas pergerakan garis lilin : sebuah martil masih berlaku, bahkan seandainya martil tersebut muncul segera setelah penurunan, akan tetapi satu orang bergantung harus muncul setelah sebuah rally yang diperpanjang, terlebih pada harga-harga yang selalu bertengger di atas;
  • Konfirmasi : ‘satu orang bergantung’ harus dikonfirmasikan (dengan candle trigger), sementara sebuah ‘martil’ tidak harus;

.

Membaca pencerahan di atas, maka Saya pun semakin penasaran, sehingga akhirnya saya membuka-buka kembali coret-coretan ‘analisa kandidat‘, untuk persiapan trading Saya malam itu (versi Saya sendiri), dan akhirnya Saya pun menemukan: 

.

Wow, it’s work!!!

.

(silakan tonton di menit ke 9:12 , ticker NVDA. Klik gambar dibawah ini!)

.

.

.

Salah seorang sahabat, bertanya secara kritis kepada saya, apakah candle ini juga berlaku pada chart  5menit-an, yang biasa digunakan untuk day-trade, maka saya pun mulai meng-explore chart  5 menitan untuk ticker NFLX dan TSLA,  dan saya-pun  menemukan :

.

gambar chart daily NFLX, time frame 5menit, september 2017
gambar chart daily TSLA, time frame 5menit, september 2017

Hal yang sama juga berlaku !!! (Thanks sahabat Joni S, atas pertanyaan kritis-nya)

.

Thesis saya ini (bahwa teknik candlestick juga berlaku di tf 5m’), adalah sebuah langkah awal yang baik, yang tentunya memerlukan penelusuran-penelusuran lanjutan (back test), untuk bisa dihitung tingkat probabilitas keberhasilannya.

Pada saat yang sama, Saya pun menyadari, memang “lebih mudah” bila kita menganalisa dengan kondisi ‘chart’ yang sudah jadi (market closed).

.

Demikian pula, akan menjadi sebuah tantangan yang mengasyikan, untuk menganalisa candle pattern, pada saat chart’ masih berjalan (market masih open), membuat Saya belajar untuk ‘lebih peka’ terhadap  sinyal dan tanda-tanda.

.

Sejenak Saya merenungkan ulang pembelajaran yang Saya dapatkan dari proses ini, dan menuliskannya dalam sebuah kalimat… 

Kuncinya adalah, ketika Saya bisa menjadi ‘cukup jeli’ untuk  

melihat sinyal dan tanda-tanda ‘Reverse Pattern’ yang muncul…  

maka hal ini akan memudahkan Saya untuk

Mengambil keputusan dengan tepat!

 

Warm Regards,

.

.

Albertus Arifin

Yang masih saja berlatih mengenali  sinyal dan tanda-tanda

.

P.S.

.

Apakah Sahabat seringkali mengalami LOSS di dalam tradingnya? 

Jangan-jangan Anda mempunyai salah satu dari 4 hal peyebab LOSS, sehingga bukannya profit yang seringkali didapatkan, namun malah kebalikannya. Pelajari lebih dalam disini!

.

SUKSES ITU BERPOLA, NAMUN KEGAGALAN JUGA BERPOLA.

MARI FOKUS PADA POLA SUKSES, NISCAYA ANDA DAN SAYA MENUAI SUKSES