Empat Langkah Teruji Menjadi Trader Sukses

.

….seorang Trader yang mempunyai pengalaman berada dalam kondisi sinkron harmonis dengan pergerakan market, mampu mengantisipasi perubahan arah market yang seringkali tidak terduga, pada saat yang tepat (precise moment)

.

.

Empat Langkah Teruji Menjadi Trader Sukses

.

Halo para Sahabat sekalian, bagaimana kabarnya hari ini ? Semoga semuanya boleh berjalan lancar ya…

.

Beberapa waktu lalu, Saya mendapatkan kesempatan membaca buku “Trading in the Zone” karya Mark Douglas, dan sayapun tertarik untuk mensharingkan salah satu bab terbaik (menurut Saya), yakni bab 4 : The Uncertainty Principle

.

.

Sebelumnya, ijinkah Saya bertanya , Apakah Sahabat pernah menjumpai kondisi-kondisi seperti ini sewaktu Trading :

  • Sering terkena ‘jebakan batman’ waktu mengikuti pergerakan global market?
  • Seringkali deg-degan pada waktu awal trading (apalagi waktu bell start trading berbunyi : teng teng teng…) ?
  • Seringkali takut dan khawatir waktu trading
  • Rasa Percaya Diri (terlalu) tinggi, namun berakhir dengan loss?
  • Sudah lakukan analisa kandidat, namun loss?
  • Sudah lakukan persiapan yang baik (2 jam sebelum trading) sudah amati market, namun berakhir loss?
  • Sering terlalu cepat entry? Ataupun telat entry?
  • Sering terlambat exit?

 

Baiklah…

Jujur saja, beberapa kondisi di atas juga Saya alami di dalam proses trading Saya, selama beberapa tahun ini…

Sehingga, akhirnya menuntun langkah Saya untuk mempelajari buku ini… 

 

Saya harapkan, artikel sederhana ini bisa membawa setitik ‘pencerahan’  bagi Sahabat semuanya, dalam perjalanan menuju ‘Profit Konsisten’

.

.

Menurut Mark Douglas,  ada 4 Langkah Teruji Menjadi Trader Sukses, yakni :

  1. Ketika Anda melakukan Trading tanpa rasa takut, ataupun ‘terlalu percaya diri’, karena Anda sadar dan menerima semua resiko yang mungkin terjadi – acceptance (to trade without fear or over-confidence);
  2. Ketika Anda tidak lagi memprediksi kemana arah market. Cukup posisikan diri Anda sebagai penonton, lalu nikmati, dan interpretasikan apa yang ditawarkan oleh pasar (perceive what the market is offering from its perspective);
  3. Ketika Anda fokus dan ‘hadir’ (present) pada saat trading berlangsung (stay completely focused in the “now moment opportunity flow,”)
  4. Secara ‘spontan’ Anda mengambil posisi entry (spontaneously enter the “zone,”)

 

Melihat empat poin di atas, maka Kata kunci yang Saya tangkap adalah “to be in the zone”, yakni Bagaimana Kita dan Market bisa berada pada kondisi sinkron…

.

Dan contoh yang paling mudah dari frasa “Sinkron”, ataupun “COMPLETE HARMONY” adalah apabila Anda pernah melihat rombongan besar burung-burung yang terbang secara beriringan, dan bergerak menari-nari dengan sangat sinkron, dan meskipun mereka terbang dengan sangat cepat, dan gerakannya meliuk-liuk, namun mereka tidak pernah “bertabrakan” satu sama lain…

Lebih jelasnya, silakan lihat video ini :

.

Menurut Mark Douglas, seorang Trader yang mempunyai pengalaman berada dalam kondisi sinkron harmonis dengan pergerakan market, mampu mengantisipasi perubahan arah market yang seringkali tidak terduga, pada saat yang tepat (precise moment);

.

.

Saya pun mengiyakan pernyataan ini, namun demikian ada sesuatu yang masih terasa mengganjal di hati, karena ada suatu PERTANYAAN BESAR yang masih saja belum terjawab, yakni :

.

Bagaimana caranya untuk bisa mencapai kondisi sinkron harmonis tersebut?

.

Dan Saya pun semakin fokus membaca buku ini, berusaha untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan di atas…

.

.

dan ternyata……

.

Saya cukup beruntung, karena Mark kembali menjelaskan 2 langkah taktis menuju kondisi tersebut, yakni  :

  1. Belajarlah untuk tetap fokus pada kondisi saat ini (“now moment opportunity flow” ). Untuk mencapai pengalaman “synchronicity” pikiran Anda hendaknya terbuka pada realita pergerakan market saat ini. Anda tidak perlu berusaha memprediksi arah market, jadilah penonton yang baik, ikuti saja kemana market bergerak, dan nikmati (market’s truth from it’s prespective);
  2. Latihlah pikiran Anda untuk menerima dan mempercayai informasi kreatif, yang dihasilkan oleh otak kanan (otak kanan=pikiran kreatif, intuisi), yang biasanya disabotase oleh otak kiri (otak kiri = pikiran rasional, logika). Sesudah Anda pasrah mengikuti arah market, maka sekarang waktunya menunggu Informasi kreatif untuk muncul, bila memang dia diberi kesempatan untuk hadir…

.

Dan Mark juga mengajak Anda dan Saya untuk mendefinikan ulang apa arti kata “Trader”.

.

Kebanyakan orang mendefinisikan bahwa menjadi Trader adalah sama dengan menjadi “ahli analisa market yang handal”.

.

Ini adalah suatu kesalahan fatal!

.

Ketika Trader memaksakan diri agar “analisa”nya menjadi kenyataan, maka sebenarnya dia sudah lari dari realita dan memerankan dirinya sebagai aktor utama, bukan lagi menjadi penonton yang baik (lihat poin no.2 langkah teruji ,di atas);

.

Sayapun berhasil menarik sebuah kesimpulan kecil :

.

Memang benar ketika Saya memposisikan disi sebagai penonton dari suatu pertandingan (baca : chart trading), maka Saya dapat melihat dan mengamati pertandingan ini , dengan lebih jelas dan detail, dibandingkan ketika Saya berperan sebagai pemain utama dalam pertandingan tersebut.

 .

 .

.

Warm Regards,

 

 

Albertus Arifin

Yang sedang belajar menjadi ‘penonton yang baik’

SUKSES ITU BERPOLA, NAMUN KEGAGALAN JUGA BERPOLA.

MARI FOKUS PADA POLA SUKSES, NISCAYA ANDA DAN SAYA MENUAI SUKSES