3 LANGKAH PENTING MEMINIMALKAN RESIKO DI DALAM TRADING

Seorang Best Trader bukanlah orang yang tidak pernah mengalami kerugian, atau salah pilih saham,


Seorang Best Trader bukan dewa, atau orang yang bisa selalu benar menebak saham mana yang akan naik,


Seorang Best Trader juga bisa salah, dan mengalami kerugian dalam trading, atau membeli saham,


Namun yang dilakukan oleh Best Trader, beda dengan spekulator…

.

3 LANGKAH PENTING MEMINIMALKAN RESIKO DI DALAM TRADING

.

Halo Sahabat, bagaimana kabarnya hari ini?

.

Semoga aktifitas Anda hari ini , semuanya boleh berjalan lancar ya…

.

Dan kali ini, Saya ingin mensharingkan mengenai pentingnya meminimalkan resiko di dalam trading, yang menurut Saya, ada 3 langkah penting yang perlu dilakukan oleh Trader…

.

Namun sebelum lebih jauh, setujukah Anda, bahwa Trading ini sebenarnya adalah sebuah bisnis yang resikonya tinggi ? 

.

.

Yuhuuu, Anda sudah memilih tombol yang tepat!

.

Dan menurut pendapat Saya pribadi, Trading adalah suatu bisnis yang SANGAT BERESIKO , karenanya sebagai Trader, adalah hal yang sangat penting untuk meminimalkan resiko yang muncul…

.

karena…

.

Seorang Best Trader bukanlah orang yang tidak pernah mengalami kerugian, atau salah pilih saham.

.

Seorang Best Trader bukan dewa, atau orang yang bisa selalu benar menebak saham mana yang akan naik, ataupun turun.

.

Seorang Best Trader juga bisa salah, dan mengalami kerugian dalam trading, atau membeli saham,

.

Namun yang dilakukan oleh Best Trader, beda dengan spekulator

.

Ia berhasil menjadi kaya, dan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dari trading, bukan dengan mengejar keuntungan, namun justru sebaliknya…

.

Seorang Best Trader dengan tekun meminimalkan kerugian.

.

Lantas, Bagaimana caranya meminimalkan resiko dan kerugian ?

.

.

Baiklah….

.

Silakan simak 3 langkah meminimalkan resiko dalam trading, ala Best Trader berikut ini :

.

.

Langkah 1 – TETAPKAN PROTEKSI SEBELUM MEMBELI SEBUAH OPTION (SAHAM)

.

Apa yang dimaksud dengan proteksi?

Proteksi disebut juga dengan CUT LOSS, atau STOP LOSS, atau pembatasan kerugian.

Apa artinya?

.

Artinya sederhana, persiapkan diri jika Anda mengalami kerugian dalam membeli sebuah option (saham).

.

Lalu, berapa maksimal kerugian yang bisa Saya tanggung?

.

Level proteksi ini harus ditentukan sejak awal sebelum Anda membeli sebuah saham.

.

Bahkan menentukan level proteksi ini jauh lebih penting, daripada menentukan angka profit taking, atau level ambil untung.

.

Tapi, bagaimana caranya ?

.

Well, pertanyaan yang bagus…

.

Caranya mudah, tentukan level beli, dan target profit taking , dan tetapkan level proteksi maksimal kerugian sebesar 1/2 dari potensi keuntungan (reward)

.

.

.

Langkah 2 – DISIPLINKAN DIRI ANDA!

.

Ketika harga option (saham) menyentuh level proteksi, jangan pikir dua kali…

.

Jangan tunggu esok hari!

.

Dan jangan berharap harga option (saham) naik lagi, meskipun mungkin saja itu bisa terjadi.

.

Kalau harga option (saham) kena level proteksi, ya jual saja…

.

Tapi bagaimana kalau nanti naik lagi ?

.

Memang terkadang harga option (saham) berfluktuasi turun naik dalam jangka pendek…

.

Oleh karena itu sebaiknya jangan terlalu kecil juga dalam memberi jarak untuk level proteksi ini.

.

Dan gunakan rasio dan logika Anda ya…

.

Contohnya kalau Anda menempatkan level stop loss sekecil 1% dari level beli,

Sementara pergerakan harga option (saham) terebut rata-rata berkisar 2-3% per hari.

.

.

.

lanjut ya…

.

.

.

.

Langkah 3 – JANGAN MELAKUKAN AVERAGING DOWN

(ATAUPUN AVERAGING UP)

.

Apa itu averaging down ?

Averaging down artinya membeli lagi option (saham) yang sama, ketika harga option (saham) yang tadinya dibeli mulai rugi, dan harga option (saham) terus turun

.

Banyak orang berpikir, dengan melakukan averaging down, maka rata-rata harga option (saham) yang dimiliki akan menjadi semakin murah…

.

Sehingga ketika harga option (saham) memantul naik, maka ia akan cepat profit.

.

Namun kenyataan tidak selalu demikian!

.

Ada kalanya harga option (saham) turun sementara dalam perjalanan trend naik…

.

Namun ada kalanya juga, harga option (saham) turun naik sebentar, dan malah lanjut turun terus…

.

Nah, hal inilah yang menimbulkan resiko besar, karena dengan melakukan averaging down, Anda sedang menangkap pisau jatuh!

.

Ketika Anda sedang melakukan Averaging down, posisi harga option (saham) Anda yang rugi, akan semakin rugi!

.

.

.

Dan silahkan sekarang Anda ingat-ingat kembali,

Pernahkah Anda mengalami kejadian seperti ini?

.

Sesudah menjual option(saham) untuk diproteksi, atau di cut loss, ternyata malah harga option (saham) ini naik tinggi, dan tidak pernah kembali turun lagi?

.

Sungguh mengesalkan, bukan?

.

.

Ya, memang disinilah SENI-nya usaha bisnis Trading ini…

.

Dan ketika Anda merasakan rasa kesal ini semakin menjadi-jadi, cobalah untuk berpikir terbalik :

.

‘Bisa saja yang sebaliknya yang terjadi, ketika Saya tidak melakukan CUT LOSS! Bisa saja harga (option) sahamnya justru terus turun…

Dan Saya bisa semakin rugi!

Maka Saya bersyukur saat ini, meskipun LOSS, namun tidak berdarah-darah!’

.

.

Lalu ingatlah kembali pada langkah-2 : DISIPLINKAN DIRI ANDA!

.

.

.

Jadi, bila kita simpulkan kembali 3 Langkah untuk meminimalkan RESIKO di dalam trading adalah :

  1. TETAPKAN PROTEKSI SEBELUM MEMBELI SEBUAH OPTION (SAHAM)
  2. DISIPLINKAN DIRI ANDA
  3. JANGAN MELAKUKAN AVERAGING

.

Semoga menginspirasi,

.

.

Albertus Arifin

Yang sedang belajar meminimalkan resiko

.

.

SUKSES ITU BERPOLA, NAMUN KEGAGALAN JUGA BERPOLA.

MARI FOKUS PADA POLA SUKSES, NISCAYA ANDA DAN SAYA MENUAI SUKSES