3 Filosofi Utama Trader tipe Technicalist

.

Chart merupakan cerminan psikologi dari pelaku pasar itu sendiri!

.

.

3 Filosofi Utama Trader tipe Technicalist

.

Halo para Sahabat sekalian, apa kabar?

Kali ini saya akan men-sharingkan topik mengenai 3 filosofi utama dari Trader tipe Technicalist.

.

 

Sebelumnya, saya ingin berbagi foto ini kepada para Sahabat :

 

Silakan lihat foto ini dengan seksama, lalu simpulkan dengan cepat suasana dan nuansanya, apakah nuansa sedih ataukah bahagia? (jawab di dalam hati saja ya...)

Menurut Edianto Ong, didalam bukunya “Technical Analysis for Mega Profit”, ada tiga filosofi utama, dari Trader tipe Technicalist, yaitu:

  1. Pergerakan harga yang terjadi di pasar telah mewakili semua factor lain (market action discounts everything);
  2. Terdapat suatu pola kecenderungan dalam pergerakan harga (prices move in trends);
  3. Sejarah akan terulang (history repeat itself);

.

Pernyataan no.1, “Pergerakan harga yang terjadi di pasar telah mewakili semua faktor lain (Market action discounts everything)” adalah faktor terpenting dan menjadi dasar filosofi utama bagi seorang trader tipe ‘Technicalist’.

.

Mereka yakin bahwa segala sesuatu yang bisa mempengaruhi harga saham – baik dari segi fundamental, politik, maupun faktor-faktor lainnya – secara psikologi sebenarnya telah tercermin pada pergerakan harga yang terjadi di pasar.

.

Hal ini dikarenakan Hukum Penawaran dan Permintaan (Supply & Demand) yang membentuknya. Dari dasar hokum ekonomi ini, para pelaku “Trend Following Trading” ini menyimpulkan, bahwa :

.

“Jika harga naik, apapun alasannya, demand pasti lebih besar daripada supply, dan dari sisi fundamental mestinya bullish. Sebaliknya, jika harga turun, supply pastilah lebih besar daripada demand, dan dari sisi fundamental mestinya bearish.”

 .

Jadi chart sendiri tidaklah menyebabkan harga naik, ataupun turun, namun :

.

Chart merupakan cerminan psikologi dari pelaku pasar itu sendiri!

.

Oya, apakah para Sahabat masih ingat foto di atas?

Kesan apa yang muncul waktu Sahabat melihat foto tersebut?

Apakah suasana dan nuansanya terlihat bahagia?

Ya, betul, waktu itu kami memang bahagia. Kami sedang merayakan ulang tahun mama yang ke-78. Suatu momen penting dalam keluarga kami.

.

Dan, sebenarnya, melalui analogi foto diatas, Saya ingin menyampaikan bahwa :

.

“Chart” dapat diibaratkan seperti sebuah “foto”. Dari gambar yang terpotret di sebuah foto, kita dapat memperkirakan, apakah orang tersebut sedang sehat atau sakit, bahagia atau sedih, dan lain sebagainya.

.

Pernyataan pada poin 2 , bahwa “Terdapat suatu pola kecenderungan dalam pergerakan harga (Prices move in trends), merupakan adaptasi dari Hukum Newton I tentang pergerakan (Newton’s First Law of Motion).” 
.

Hukum tersebut dipaparkan oleh ilmuwan besar Sir Isaac Newton, pada makalahnya Philosophiae Naturalis Principia Mathematica menjelang akhir abad ke-16, yang secara garis besar menyimpulkan bahwa :

.
Sebuah pola pergerakan memiliki kecenderungan berlanjut daripada tidak

.
Dengan kata lain :

.

Sebuah pola pergerakan akan terus berlanjut, sampai terdapat tanda-tanda akan berhenti, atau berbalik arah.

.

Hal inilah yang menjadi prinsip dasar trader tipe ‘technicalist’ yang menunggangi sebuah pola kecenderungan atau trend, untuk menghasilkan keuntungan (profit).

.

Jadi:

.

Kemampuan untuk meng-identifikasi suatu trend merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan di dalam trading.

.

Pernyataan no.3 “History repeat itself”, menunjukkan bahwa suatu pola grafik (candle-pattern), yang sering terjadi, atau berulang dari waktu ke waktu. Hal ini merupakan akibat serta refleksi dari psikologis dan sifat dasar manusia, yang tetap sama sejak dulu.

.

Dan setelah membaca 3 filosofi utama trader tipe Technicalist ini, saya pun mendapatkan suatu keyakinan baru, bahwa…

.

Melatih kebiasaan mengidentifikasi suatu trend (candle-pattern), pada akhirnya akan meningkatkan kewaspadaan dan kompetensi di dalam proses trading saya, menjadi “conscious competence”

.

.

Warm Regards,

.

.

Albertus Arifin

SUKSES ITU BERPOLA, NAMUN KEGAGALAN JUGA BERPOLA.

MARI FOKUS PADA POLA SUKSES, NISCAYA ANDA DAN SAYA MENUAI SUKSES